Modus Jual Tiket Murah, Peretas Rugikan Singapore Airlines Rp 1 Miliar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Tim Reserse Mobile (Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya berhasil membekuk para pelaku penipuan penjualan tiket Singapore Airlines dengan harga murah.

Empat tersangka pelaku penipuan tersebut berinisial AH, A, H, dan RM.

“Pengungkapan kasus ini berawal dari Kepolisian Singapura yang menangkap seorang berinisial J yang merupakan Warga Negara Filipina yang tinggal di Singapura,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Senin (10/12).

Selanjutnya, anggota Tim Resmob Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Kepolisian Singapura guna mengembangkan jaringan kejahatan tersebut.

“Keterangan J menunjukkan adanya keterlibatan Warga Negara Indonesia,” kata Argo.

Kemudian, Kepala Unit I Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Komisaris Polisi Malvino Edward Yusticia mengatakan polisi menyelidiki J diduga menerima tiket dari AH sebagai pemilik travel resmi di Jakarta dan Singapura.

“Tim Resmob Polda Metro Jaya mengejar dan meringkus AH di Bandung yang diduga menjual tiket Singapore Airlines dengan potongan harga mencapai 50 persen kepada J,” ungkap Malvino di Polda Metro Jaya, Senin (10/12)

Dari hasil penyidikan, Malvino mengungkapkan, AH mendapatkan tiket murah dari tersangka A, H, dan RM dari Medan, Sumatera Utara.

“Tersangka A, H, dan RM mendapatkan tiket murah Singapore Airlines ini dengan modus membobol data kartu kredit nasabah lain (spamming),” paparnya.

Usai mendapatkan tiket dengan menggunakan kartu kredit nasabah lain, ketiga tersangka itu menjual tiket dengan potongan harga mencapai 50 persen kepada AH.

Kasus tersebut terungkap setelah pemegang kartu kredit melaporkan tagihan pembelian tiket Singapore Airlines padahal tidak pernah melakukan pemesanan.

“Biasanya para tersangka hanya menggunakan kartu kredit korbannya sebanyak satu hingga dua kali saja,” katanya.

Karena biasanya, kata Malvino, para pemilik kartu kredit akan curiga ketika mendapat tagihan dari Singapore Airlines padahal tak pernah melakukan transaksi dan akan meminta bank melakukan decline terhadap kartu kredit.

“Nah di sini yang paling dirugikan adalah maskapai. Kalau pemilik kartu kredit tentu sudah decline kartunya. Pembeli tiket juga tetap bisa berangkat karena tiket asli. Tapi saat Maskapai akan menagih pembayaran ke bank ternyata tidak bisa,” terangnya.

Malvino mengatakan, para tersangka telah melancarkan aksinya sekitar dua tahun.

“Akibat aksi para tersangka, maskapai telah mengalami kerugian sekitar Rp 1 miliar,” pungkasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan/atau pasal 362 KUHP dengan pidana penjara paling lama 4 tahun. Serta melanggar UU RI No 11 tahun 2008 tentang ITE dengan pidana penjara paling lama 12 tahun dan denda paling banyak Rp 2 miliar. (SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Bersyariah dan Ruang Publik Inkusif

Saya sendiri berpendapat bahwa dasar negara Republik Indonesia Pancasila sudah sangat memadai sebagai kesepakatan bersama menuju tatanan bernegara yang demokratik sekaligus mewadahi religiusitas inklusif dari segenap warga negara Indonesia termasuk didalamnya mayoritas ummat Islam.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER