close

Mengaku Dipersekusi, Ahmad Dhani Laporkan Balik Caleg Nasdem ke Polisi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Musisi Dhani Ahmad Prasetyo atau akrab disapa Ahmad Dhani melaporkan balik Edi Firmanto (EF) ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Republik Indonesia atas tuduhan persekusi yang ia alami saat menyuarakan dukungan pada deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya, pada akhir Agustus 2018 lalu. Sebelumnya, buntut dari deklarasi tersebut juga menyeret Ahmad Dhani menjadi tersangka.

“Baru kali ini saya sebagai korban persekusi akhirnya saya harus melaporkan,” kata Ahmad Dhani, di Jakarta, Jumat (19/10).

Laporan Ahmad Dhani di Bereskrim Polri terdaftar dengan nomor LP/B/1337/X/2018/Bareskrim tertanggal 19 Oktober 2018.

Dalam laporan itu, Ahmad Dhani menuding Firmanto telah melakukan tindak pidana pengeroyokan serta kejahatan tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum.


Sementara pasal yang dikenakan bila Firmanto terbukti bersalah adalah pasal 170 KUHP dengan ancaman maksimal lima tahun penjara dan Pasal 18 UU Nomor 9/1998 tentang Kemerdekaan Menyatakan Pendapat di Muka Umum dengan ancaman hukuman satu tahun penjara.

Lokasi perbuatan pidana yang dilakukan Firmanto terhadap Ahmad Dhani diduga di Hotel Majapahit di Jalan Tunjungan, Kota Surabaya, Jawa Timur, pada 26 Agustus 2018.

Dalam laporannya, Ahmad Dhani menyertakan sejumlah bukti awal berupa video maupun tangkapan layar di media sosial yang memperlihatkan keberadaan Firmanto di Hotel Majapahit saat peristiwa persekusi terhadap Ahmad Dhani terjadi.

Lebih lanjut ia mengatakan, mereka akan mengumpulkan sejumlah orang yang diduga mengalami kekerasan fisik saat hendak menggelar deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya. Mereka didorong untuk berani melapor ke polisi.

“Nanti berikutnya di Surabaya akan ada laporan dari korban-korban persekusi. Apa yang terjadi pada saya belum terjadi kekerasan. Seandainya saya nekat seperti teman-teman di Surabaya, pasti terjadi. Kita akan kumpulkan mereka yang di Surabaya, mereka yang alami dipukuli, diusir, yang kausnya dipaksa dilepas itu kita semua punya video,” kata pendiri Manajemen Republik Cinta ini.

Ahmad Dhani mengatakan Edi Firmanto merupakan caleg dari Partai Nasdem. Menurutnya, Firmanto tidak takut dilaporkan karena posisi Nasdem yang dekat dengan Kejaksaan.

“Untung kita dapat namanya dan ternyata yang melaporkan saya inisial EF, dia caleg dari Partai Nasdem, dan kita tahu Partai Nasdem dekat dengan Kejaksaan, kemungkinan dalam bayangan dia bisa jadi P21 karena kita tahu Nasdem dekat dengan Kejaksaan,” kata Ahmad Dhani.

Sebelumnya, pada 18 Oktober 2018, Ahmad Dhani menjadi tersangka kasus pencemaran nama baik. Polda Jawa Timur mengumumkan penetapan tersangka atas Ahmad Dhani ini setelah polisi memeriksa lewat ahli bahasa dan saksi-saksi.

Baca juga: Polisi Naikkan Status Ahmad Dhani Sebagai Tersangka Pencemaran Nama Baik

Kasusnya adalah ujaran Ahmad Dhani yang termuat di video Facebook. Saat itu Ahmad Dhani, yang berada di Hotel Majapahit Surabaya, hendak menghadiri deklarasi #2019GantiPresiden pada Ahad (29/8). Namun ia dihadang oleh sejumlah anggota Koalisi Bela NKRI, sehingga ia harus tetap berada di hotel. Saat itulah ia menyampaikan ujarannya. Dalam videonya, Ahmad Dhani diduga menyebut orang-orang yang menghadangnya adalah idiot. (SU05)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Puasa: Detoksifikasi Dalam Kehidupan Bergelimang Racun

Penelitian juga menunjukkan bahwa pada saat puasa kadar DDT didapatkan meningkat dalam feses, urin dan keringat mereka yang sedang berpuasa. Ini lah salah satu manfaat utama puasa dalam bidang kesehatan, detoksifikasi, purifikasi.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Industri Pariwisata di Teluk Kendari Terancam Akibat Pendangkalan

Teluk Kendari yang dilengkapi sejumlah lokasi wisata dan pelabuhan nusantara serta tempat pendaratan cargo antarpulau, posisinya kini terancam menjadi daratan. Kenyataan itu membuat banyak pengelola industri wisata di kawasan teluk Kendari resah.

Polres Sampang Selidiki Dalang Pembakaran Mapolsek Tambelangan

SAMPANG, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Resor Sampang, Jawa Timur, mulai...

Polda Jatim Miliki Identitas Pembakar Mapolsek Tambelangan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Daerah Jawa Timur menegaskan telah...

Mabes Polri Bentuk Tim Investigasi Kematian Korban Aksi 22 Mei

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Mabes Polri segera membentuk tim investigasi...

Kapolda Babel Pastikan Isu Akan Terjadinya Tsunami Hoaks

PANGKALPINANG, SERUJI.CO.ID - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kepulauan Bangka...

Sempat Dibantarkan, Romahurmuziy Kembali ke Rutan KPK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menginformasikan bahwa...

TERPOPULER

Polisi Bersama Ulama FPI Halau Massa Perusuh Yang Terbukti dari Luar Petamburan

"Perusuh ini bukan dari Jakarta dan bukan dari Petamburan, dari pagi tadi kami bersama tokoh-tokoh FPI, juga kami dibantu para ulama untuk menghalau mereka," kata Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Hariyadi

Polisi Curiga Massa Yang Rusuh Malam Hari di Bawaslu, Bukan Massa Aksi Damai Sebelumnya

Menurut Kapolres massa aksi yang dibubarkan tidak berperangai sama dengan massa yang sejak sore berdemo. Massa aksi pendemo di depan Gedung Bawaslu sempat membubarkan diri dengan tertib sekira pukul 20.30 WIB.

Personel TNI Berbagi Makanan Berbuka Puasa dengan Peserta Aksi di Bawaslu

Aksi simpatik itu menuai simpati dari para peserta aksi. "Masya Allah, hidup TNI," ujar seorang peserta aksi seraya tersenyum haru.

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama