Polisi Naikkan Status Ahmad Dhani Sebagai Tersangka Pencemaran Nama Baik

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Musisi kenamaan Ahmad Dhani Prasetyo kembali tersandung masalah dan harus siap-siap menghadapi meja hijau, setelah penyidik dari Polda Jawa Timur menetapkan dirinya sebagai tersangka.

“Ya, statusnya sudah dinaikkan sebagai tersangka,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Manger saat dikonfirmasi, Kamis (18/10).

Dhani yang juga politisi Partai Gerindra ini tersandung masalah karena dilaporkan oleh Koalisi Elemen Bela NKRI ke Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim, atas dugaan pencemaran nama baik.

Baca juga: Dhani: Pemerintah Sengaja Benturkan Massa Anarkis dengan #2019GantiPresiden

Frans menjelaskan, penyidik telah memiliki alat bukti yang cukup untuk menetapkan Dhani sebagai tersangka, setelah meminta keterangan dari sejumlah saksi, baik ahli bahasa maupun ahli IT, terkait video Vlog Dhani yang memuat ujaran penghinaan kepada Banser.

Diberitakan sebelumnya, Ahmad Dhani yang juga aktivis dari gerakan #2019GantiPresiden batal melakukan deklarasi gerakan itu di Surabaya pada Ahad (26/8) lalu. Dhani dihadang sejumlah massa di depan hotel Majapahit tempat ia menginap.

Sambil menunggu di lobby hotel, Ahmad Dhani kemudian membuat sebuah video vloq menyikapi penghadangannya. Dalam video vloq tersebut, muncul pernyataan yang diduga merupakan penghinaan kepada Banser. (ARif R)

Koreksi berita:
Judul berita dan isi berita dikoreksi karena terdapat kekeliruan SERUJI memberitakan terhadap pasal yang dikenakan kepada Ahmad Dhani. Pasal yang dikenakan adalah pencemaran nama baik. Judul sebelumnya “Polisi Naikkan Status Ahmad Dhani Sebagai Tersangka Ujaran Kebencian Pada Banser”, dengan ini telah dikoreksi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Potret Pengelolaan BUMN: Prinsip GCG vs Managemen “Koncoisme”

Fenomena pengelolaan BUMN dan BUMD yang tidak mengindahkan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip GCG sangat potensial membawa kerugian dan kebangkrutan terhadap perusahaan BUMN dan BUMD yang bersangkutan.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER