Beredar Video Hoax Kerusuhan Massa, Polri dan BIN Diminta Tindak Tegas Provokator

JAKARTA – Penyebaran video hoax yang berisi kerusuhan di Pontianak, Kalimantan Barat, yang viral Sabtu kemarin (20/5/2017) masuk kategori provokasi sangat berbahaya, karena bisa menyulut kerusuhan yang sesungguhnya.

Untuk itu, Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendesak Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk tanggap. Sehingga, penyebaran video serupa bisa dicegah atau dihentikan.

“Ada upaya berkesinambungan untuk memprovokasi dan mengadu domba antar kelompok masyarakat melalui penyebaran berita atau video hoax. Mengacu pada keberagaman masyarakat, aksi para provokator ini harus segera dihentikan karena sangat berbahaya,” kata Bambang dalam keterangan tertulisnya, Ahad (21/5).

Dalam video yang sempat viral di berbagai media sosial pada Sabtu (20/5/2017), terlihat ada bentrokan yang melibatkan dua massa. Dalam keterangan video tertulis bentrok terjadi di Jalan Gajah Mada, Pontianak, sekitar pukul 3 sore.

Ternyata, kabar adanya kerusuhan tersebut palsu. Dalam penelusuran yang dilakukan Polri, video tersebut diambil dari peristiwa 2015. Sedangkan pada Sabtu kemarin, sesungguhnya Pontianak aman-aman saja, tidak ada persitiwa seperti yang digambarkan dalam video tersebut.

Pada Sabtu kemarin, di Pontianak memang ada dua kelompok masyarakat yang melakukan kegiatan di ruang publik pada waktu hampir sama. Satu kelompok menggelar Aksi Bela Ulama 205 dengan melakukan kegiatan long march pada pukul 13.00 WIB. Sedangkan satu kelompok lagi, yaitu warga Dayak, melakukan pawai kendaraan hias pada pukul 14.00 WIB yang diikuti seluruh perwakilan kabupaten di Kalimantan Barat. Dua aksi tersebut berjalan lancar.

Bambang pun berharap, penyebaran video tersebut dapat diantisipasi. Ke depannya, Polri dan BIN harus mampu mendeteksi sejak awal agar video provokasi semacam itu tidak sampai viral.

“Kemampuan Polri dan BIN mendeteksi aktivitas provokator menyebarkan hoax perlu dibuktikan dan ditunjukan agar tumbuh efek jera. Jika bukti-buktinya sudah mencukupi, para provokator itu harus dihadapkan pada proses hukum dengan ancaman sanksi hukum semaksimal mungkin,” saran Bambang.

Menurut Bamsoet, penyebaran video hoax itu jelas-jelas merupakan pekerjaan atau ulah provokator dengan tujuan mengadu domba antar kelompok masyarakat. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Polri dan BIN harus merespons ulah para provokator itu.

“Hal ini harus ditanggapi dengan sangat serius. Bagaimana pun, harus diakui bahwa situasi saat ini belum terlalu kondusif. Fakta keberagaman atau kebhinekaan masyarakat kita sedang menghadapi ujian. Dalam situasi yang demikian, Polri dan BIN harus responsif. Aksi para provokator harus segera dihentikan,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto menjelaskan, kondisi Pontianak sangat kondusif. Polisi berhasil mengamankan aksi Bela Ulama 205 dan pawai kendaraan hias warga Dayak dengan baik. ‎Meski waktunya berdekatan, massa dari dua aksi itu tidak pernah saling berhadapan.

“Kedua kelompok tidak pernah saling berhadapan. Yang terjadi, ada sempalan salah satu kelompok masuk Jalan Gadjah Mada dan dihadang Polri dan TNI sehingga mereka kembali. Tidak terjadi penganiayaan maupun pengrusakan dalam kegiatan tersebut,” terang Rikwanto.

Pada malam harinya, aparat melakukan patroli dan memastikan kondisi di Pontianak aman.

 

EDITOR: Iwan Y

5 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Penggratisan Suramadu: Memperdalam Kekeliruan Kebijakan Pemerintah

"Kebijakan ini dibangun di atas paradigma benua, bertentangan dengan paradigma kepulauan. Dalam paradigma benua, kapal bukan infrastruktur, tapi jalan dan jembatan. Kapal disamakan dengan truk dan bis," Prof Danie Rosyid.

Umat Islam Harus Menangkan Pilpres dan Pileg

Mengingat betapa pentingnya momentum Pemilu 17 April 2019, maka umat Islam harus benar-benar berjuang dan mempunyai komitmen untuk dapat memenangkan pertarungan politik baik untuk Pilpres maupun Pileg yaitu memilih calon Paslon Presiden/Wapres serta Caleg yang didukung oleh Partai Politik yang memang punya komitmen berjuang dan keberpihakan untuk kepentingan Umat Islam dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Mengenal Perbedaan Suku Baduy Dalam dan Suku Baduy Luar Beserta Hal Menarik Lainnya

Salah satu suku di Indonesia yang cukup unik karena konsistensinya menjaga alam dan memegang teguh adat istiadat.

KUNTUM KHAIRA UMMATIN