Mulyana Sebut Menpora Imam Nahrawi Pernah Minta Uang Terkait Honor Satlak Prima

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Mulyana mengaku pernah dimintai uang oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi terkait Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima).

“Jadi memang pada saat akhir tahun 2017, Pak Menteri bertanya ke saya, ‘Saya (Imam Nahrawi) dapat honor tidak?’ Honor tentang satlak prima, dulu kan zaman prima, prima itu program Indonesia Emas,” kata Mulyana seusai sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (13/5).

Mulyana adalah terdakwa penerima suap berupa satu unit mobil Fortuner senilai Rp480 juta, uang Rp400 juta dan satu unit ponsel Samsung Galaxy Note 9, dengan total keseluruhan sekitar Rp900 juta dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum (Bendum) KONI Johny E Awuy.

Presiden Jokowi melalui Perpres No 19 tahun 2017 membubarkan Satlak Prima pada Oktober 2018 karena Indonesia hanya menempati posisi kelima dalam SEA Games 2017 atau yang terburuk sepanjang ajang SEA Games karena persoalan anggaran bagi para atlet.

“Nah saya kan baru masuk, jadi saya panggil lah pak Chandra sebagai PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) sebagai asisten deputi olahraga prestasi ‘Dapat honor tidak (Pak Menteri)?’ dijawab Pak Chandra ‘Dapat Pak honornya’,” tambah Mulyana.

Mulyana lalu menyampaikan kepada Imam Nahrawi bahwa sebagai menteri, Imam mendapatkan honor namun pembayaran dilakukan melalui Bendahara Pengeluaran Pembantu Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional Kemenpora Supriyono.

“Setelah itu kita (Mulyana, Chandra, Supriyono) ketemu ya sudah bayar, kasih, berapa? Sekarang ada uang Rp400 juta ya sudah kasih Rp400 juta, tapi Pak Chandra maunya Rp1 miliar, tapi faktanya hanya Rp400 juta, Ulum terus menagih mana yang Rp600 nya?” tambah Mulyana.

Ulum yang dimaksud adalah Miftahul Ulum selaku asisten pribadi Menpora.

“Jadi melalui Ulum dikasihnya, menteri sebagai penanggung jawab di struktur organisasi ada honornya, nilainya memang kecil sekitar Rp5 juta,” ungkap Mulyana.

Belakangan dalam sidang terungkap bahwa uang Rp400 juta yang diberikan Supriyono ke Ulum berasal dari KONI.

“Saya tidak tahu kalau uangnya itu dari KONI, Saya jujur tidak tahu, termasuk pinjam uang untuk beli mobil itu saya tidak tahu, dan baru tahu sekarang. Malah Supri mengatakan ke saya bahwa ATM-nya Kemenpora adalah KONI dengan komitmen-komitmen ‘fee’ itu,” tambah Mulyana.

Namun menurut Mulyana bila honor menteri sebagai penanggung jawab Satlak Prima dijumlahkan selama 1 tahun dapat mencapai Rp400 juta.

“Kalau saya sih mengatakan kalau ada honor selama 1 tahun ya mungkin sekitar Rp400-an juta, kalau dikumpulkan ya,” ungkap Mulyana.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Dokter Bedah Yang Ditahan Kejari Pekanbaru Ini, Gemar Ongkosi Pasien Kurang Mampu

Tak hanya memberi pengobatan gratis, ternyata selama ini drg Masrial juga banyak membantu pasien kurang mampu. Apa saja bentuk bantuan itu?

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Akibat drg Masrial Ditahan Kejari, Operasi Gratis Bibir Sumbing 40 Pasien Ini Terancam Batal

Akibat penahanan drg. Masrial, pelaksanaan operasi gratis bibir sumbing di Bengkulu terancam batal.