Kasus Korupsi Jasmas, Wakil Ketua DPRD dari Gerindra Ini Dijebloskan ke Rutan Medaeng

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Kasus dugaan korupsi Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) Tahun 2016 yang saat ini ditangan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya, terus menggelinding.

Wakil Ketua DPRD Surabaya dari Partai Gerindra, Darmawan (Aden) usai diperiksa sebagai saksi terkait aliran dana Jasmas senilai Rp4,9 miliar yang bermasalah tersebut, Selasa (16/7) langsung ditahan penyidik Kejari Tanjung Perak.

Aden yang ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi selama 6 jam sejak pukul 09.00 WIB di ruang Penyidik Pidana khusus (Pidsus), dijebloskan ke  Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Surabaya Medaeng, di Sidoarjo, Jawa Timur.

“Sesuai dengan komitmen kami yang akan menuntaskan penyidikan, hari ini kami menahan D yang jabatannya sebagai Wakil Ketua DPRD Surabaya atas perkara korupsi dana Jasmas tahun 2016,” kata Kepala Kejaksaan Tanjung Perak, Rachmad Supriady di Surabaya, Selasa (16/5).

Penetapan tersangkan dan penahanan atas Aden dilakukan atas dasar alat bukti dan keterangan saksi yang telah didapat penyidik tindak pidana khusus Kejari Tanjung Perak.

Rahmad menjelaskan, dalam kasus ini, Aden berperan mengumpulkan dan menyetujui proposal jasmas yang akan dikerjakan oleh rekanan, Agus Setiawan Jong (terdakwa dalam perkara yang sama). Sedikitnya ada 230 RT (Rukun Tetangga) di Surabaya yang mengajukan proposal proyek jasmas itu.

Ratusan RT tersebut diminta Agus untuk mengajukan proposal untuk pengadaan tenda, kursi dan sound system. Oleh Agus, proposal itu diajukan kepada Aden untuk disetujui. Oleh Agus dan Aden, dana pengadaan yang diambilkan dari dana Jasmas tersebut digelembungkan, sehingga negara dirugikan.

Dalam perkara ini, politisi Gerindra ini dijerat Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo UU Nomor 21 tentang perubahan atas Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor.

Sementara itu, Aden tidak banyak komentar ketika digelandang ke mobil tahanan yang akan membawanya ke Rutan Medaeng.

“Tunggu proses di peradilan,” ucapnya singkat ke arah wartawan sambil menyembunyikan wajahnya dengan topi dan koran dari kamera wartawan.

Sebelum penetapan Darmawan sebagai tersangka, sebelumnya Sugito (anggota DPRD Kota Surabaya) telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

Selain Sugito dan Darmawan, masih ada empat anggota DPRD Surabaya lainnya yang juga diperiksa dalam kasus ini, yakni Wakil Ketua DPRD Ratih Retnowati (Demokrat); Anggota DPRD Dini Rijanti (Demokrat); Binti Rochmah (Hanura) dan Syaiful Aidy (PAN). Keempat anggota DPRD periode 2014-2019 tersebut masih diperiksa sebagai saksi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pendidikan Untuk Merdeka

Pada saat pemimpin Jepang sudah memvisikan sebuah masyarakat baru Society 5.0, apakah kita saat ini, sebagai bangsa, sebagai ummat, berada pada jalur yang benar menuju puncak kejayaan menjadi bangsa yang berdaulat, adil dan makmur, serta cerdas?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER