Ustadz Alfian Tanjung Ditangkap Lagi, Ini Penjelasan Tim Advokasi

JAKARTA – Usai dinyatakan bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya, pada Rabu Siang (6/9), aktivis dakwah Ustadz Alfian Tanjung kembali ditangkap polisi pada sore harinya untuk kasus yang lain. Alfian ditangkap puluhan polisi dari Polda Jatim atas permintaan Polda Metro Jaya.

Menurut keterangan anggota Tim Advokasi Alfian Tanjung (TAAT) Abdullah Al Katiri, Ustadz Alfian ditangkap saat baru saja melangkah keluar dari Rutan Medaeng Surabaya.

“Sejumlah Polisi telah menanti di depan Rutan Medaeng dan langsung menangkap Ustaz Alfian Tanjung atas permintaan penangkapan dari Polda Metro Jaya kepada Polda Jatim dengan nomor surat: SP.Kap/248/IX/2017/Ditreskrimsus dan SP.Kap/150/IX/2017/Ditreskrimum,” ungkap Al Katiri dalam pernyataan tertulisnya yang diterima SERUJI, Kamis (7/9).

Al Katiri mengungkapkan, setelah Tim Advokasi melakukan investigasi dan konfirmasi ke sejumlah pihak, ternyata penangkapan Alfian adalah karena kasus dugaan tindak pidana pencemaran nama baik sebagaimana diatur dalam Pasal 310 KUHP dan Pasal 311 KUHP dan/atau Pasal 156 KUHP dan/atau Pasal 27 (3) jo. Pasal 45 (3) dan/atau Pasal 28 (2) jo. Pasal 45A (2) UUITE pelapor atas nama Tanda Perdamaian Nasution, S.H. pada tanggal 2 Februari 2017 dengan perkara Nomor: LP/567/II/2017/PMJ/Dit.Reskrimsus.

“Ustaz Alfian Tanjung sendiri sudah berstatus tersangka sejak tanggal 31 Mei 2017 untuk kasus tersebut,” jelasnya.

Al Katiri menyebut, polisi sangat bersemangat sekali menangkap kembali kliennya. Padahal rencananya, usai bebas pada Kamis (7/9) Ustadz Alfian akan langsung menemui ibunya yang berusia 80 tahun dan sedang sakit di Tangerang .

“Kami mempertanyakan sisi kemanusiaan Polisi, mengapa seorang Ustadz yang sangat vokal menyuarakan bahaya laten kebangkitan PKI dan komunisme itu tidak diberi kesempatan untuk bertemu ibunya?,” tanya Al Katiri.

Ustadz Alfian pada Rabu (6/9) malam sekitar pukul 22.00 sudah diberangkatkan dari Surabaya menuju Jakarta.

Tim advokasi di Jakarta sudah menunggu di Bandara Soekarno-Hatta (Cengkareng) dan berencana bersama-sama ke Polda Metro Jaya untuk mengawal dan mendampingi Ustadz Alfian Tanjung yang akan diperiksa di Reskrimsus Polda Metro Jaya.

Namun rupanya Ustadz Alfian tidak dibawa ke Polda Metro Jaya. Berdasarkan informasi dari anggota keluarga, Ustadz Alfian langsung dibawa ke Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua. (SU02)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Penegakan Hukum Yang Kaya Kezaliman dan Miskin Rasa Keadilan

Bercermin kepada praktek penegakan hukum di Indonesia beberapa tahun tarakhir, khususnya di era Rezim Pemerintahan saat ini, tentunya kita melihat banyaknya praktek-praktek penanganan kasus hukum yang masih jauh dari apa yang diharapkan.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER