Unggul Berdasarkan Quick Count, Jokowi Minta Pendukung Tunggu Hasil Hitung Resmi KPU

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Berbagai lembaga survei telah merilis hasil hitung cepat atau quick count pemungutan suara di Pilpres 2019 pada Rabu (17/4). Berbagai lembaga survei menampilkan hasil pasangan calon Presiden-Wakil Presiden nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

Hinggal pukul 15.40 WIB, Rabu (17/4) hasil quick count atau hitung cepat dari 5 lembaga survei terlihat keunggulan pasangan nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf Amin dari pasangan 02, Prabowo-Sandiaga.

Kelima lembaga survei tersebut adalah LSI Denny JA, Charta Politika, Indo Barometer, Indikator Politik, dan Populi Center.

Quick count LSI Denny JA, dari data masuk sudah mencapai 72,85 persen, Jokowi-KH Ma’ruf unggul dengan 54,73 persen. Sementara Prabowo-Sandi di 45,27 persen.

Jokowi Imbau Pendukung Bersama Tunggu Hasil Resmi KPU

Jokowi saat kampanye di Lapangan Taman Bukit Gelanggang, Dumai, Selasa (26/3/2019). (foto:istimewa)

Namun, walau hasil quick count dari berbagai lembaga survei mengunggulkan, capres Jokowi berpesan kepada para pendukungnya untuk tetap menunggu hasil resmi hitung dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Dari indikasi exit poll dan quick count telah kita lihat semuanya, tapi kita harus bersabar dan menunggu perhitungan dari KPU secara resmi,” kata Jokowi yang didamping KH Ma’ruf Amin dan Ketua Umum Partai Politik Koalisi dalam jumpa pers di Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (17/4).

Pada kesempatan tersebut, Jokowi juga menghimbau selurh rakya Indonesia untuk kembali bersatu, tidak terkotak-kotak lagi dalam pilihan dukungan capres-cawapres.

“Marilah kembali bersatu sebagai saudara sebangsa setanah air, setelah pileg dan pilpres. merajut kerukunan kita sebagai saudara setanah air,” tukas Jokowi.

Tampak hadir dalam jumpa pers tersebutm Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketum NasDem Surya Paloh, Ketum Hanura Oesman Sapta Odang, Ketum PPP Suharso Monoarfa, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum PSI Grace Natalie, dan Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER