dr. Nila Utama, M.Kes

dr. Nila Utama, M.Kes, dokter yang pada tahun 1976 sudah menyelesaikan pendidikan dokternya ini terlahir di Palembang 66 tahun yang lalu. Menempuh pendidikan dari SD sampai dengan S1 di pulau Sumatera, namun mengabdikan ilmunya mayoritas di pulau Jawa, tepatnya di Tangerang. Dan sampai sekarang masih tinggal di Tangerang.

Nenek dari 4 cucu ini memilih untuk tidak praktek sore demi bisa punya waktu lebih banyak untuk mengurus keluarga.

“Jadi tidak muluk-muluk, karena saya harus membagi antara pekerjaan dan keluarga. Praktek sore pun saya tidak. Hanya dulu sebagai dokter poliklinik perusahaan dari jam 14.00 -16.00, sehingga sore saya sudah dirumah. Setelah jam kerja PNS sampai jam 4 sore, saya pun harus melepas dokter poliklinik,” ungkap dr. Nila kepada SERUJI.

Dokter yang waktu mudanya suka mendenger lagu ini dalam menjalani kariernya mempunyai prinsip “Cintailah pekerjaanmu, karena itu yang Allah akan berikan kepadamu. Lakukan sebaik mungkin dan tetap amanah”.

Kariernya dimulai dari menjadi dokter di puskesmas dan RS di Pulau Belitung selama 2 tahun, lalu pada tahun 1978 dinas di Puskesmas Cikupa dan Cipondoh Tangerang. Kemudian bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, hingga diamanahi menjadi kepala Kandepkes Tangerang. Namun beberapa tahun kemudian karena dianggap tugas dan wewenang Kandepkes dan Dinkes tumpah tindih, maka sekitar tahun 1990 Kandepkes dibubarkan, kemudian dr. Nila kembali dinas di Dinkes sebagai Kabid Farmakmin dan kemudian Kabid Promkes.

Ditengah kesibukannya bertugas sebagai PNS di institusi pemerintah, istri dari almarhum Ria Sukriya, M.Sc ini menyempatkan diri merintis berdirinya Rumah Sakit Asshobirin dan menjadi Wakil direktur RS Asshobirin. Setelah RS berjalan baik maka beliau meletakkan jabatan di RS tersebut. Ia juga pernah mendirikan klinik rontgen dengan bekerja sama dengan dokter spesialis radiologi.

Di awal tahun 80-an, alumni Magister Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat UI ini punya pengalaman menindak dokter gadungan, kebetulan beliau waktu itu bertugas untuk memproses perizinan praktek dokter/drg/bidan/klinik/RS. Sehingga sudah pada tempatanya bila ibu dari 2 orang anak ini menelisik keberadaan dokter gadungan tersebut.

“Kami pernah menemukan ijazah bidan palsu dan dokter palsu yg mengaku sekolah di German . Dan sempat pasiennya banyak. Setelah mendapatkan laporan dari Kepala Puskesmas setempat, kami tindak lanjuti dengan memanggilnya. Datang dokter gadungan tersebut ke Dinkes. Setelah diinterogasi, ketahuan bukan dokter, apalagi German. Lalu Kadinkes menelepon Polisi dan Polisi segera datang dan langsung melakukan penahanan,” kenang dr. Nila.

Dokter yang sudah pensiun sejak tahun 2007 ini mengisi masa pensiunnya dengan mengikuti pengajian di majelis taklim, baca Alquran dan Hadist, kadang nginap di rumah anak cucu. Namun demikian beliau masih tidak bosan untuk belajar mandiri mengenai ilmu kedokteran.

DATA PRIBADI
Nama : dr. Nila Utama, Mkes
TTL : Pelembang, 1951
Suami : Ria Sukriya, M.Sc (Alm)
Anak : 2 orang
Cucu : 4 orang

RIWAYAT PENDIDIKAN
SD Xaverius, Palembang, Sumatera selatan
SMP Xaverius Palembang, Sumatera selatan
SMA Xaverius Palembang, Sumatera selatan
Fakultas Kedokteran Universitas Palembang, Sumatera Selatan
Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat

RIWAYAT PEKERJAAN
Puskesmas dan RS di Pulau Belitung
Puskesmas Cikupa Tangerang
Puskesmas Cipondoh Kab Tangerang
Dinas Kesehatan Kab Tangerang
Kepala kandepkes Kab Tangerang
Kabid Farmakmin Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang
Kabid Promkes Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang

dr. Nila Utama, M.Kes adalah anggota Koperasi (pers) Swamedia Mitra Bangsa dari Pengda GMKM Banten.

 

(dr. Endang/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Inilah 4 Keuntungan Membeli Apartemen Tipe Studio

Tinggal di apartemen saat ini sudah menjadi gaya hidup. Lokasi yang strategis dan ditunjang dengan berbagai fasilitas kemudahan menyebabkan banyak masyarakat urban, khususnya para eksekutif muda tertarik untuk tinggal di hunian vertikal.

Aksi Solidaritas Jurnalis-Aktivis di Pengadilan Tinggi Kalsel: Diananta Tidak Sendiri

Para aktivis dan jurnalis terus menggelar aksi solidaritas untuk mantan Pemred Banjarhits, Diananta Putera Sumedi yang disidang sebab menulis berita konflik lahan masyarakat adat versus perusahaan.

Masuki Masa Transisi New Normal, AMSI Jatim Keluarkan 7 Poin Imbauan

Mencermati perkembangan penyebaran Covid-19 di masa transisi New Normal yang semakin meningkat, AMSI Jawa Timur, mengeluarkan 7 poin imbauan.

CFD Kembali Ditiadakan, Fahira: Review dan Evaluasi Kunci Jakarta Kendalikan Covid-19

Senator DKI Jakarta Fahira Idris mengapresiasi keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang kembali meniadakan sementara kegiatan car free day (CFD).

Inilah 5 Kota Yang Jadi Incaran Calon Pembeli Rumah Saat Pandemi Covid-19

Pandemi corona telah mengubah wajah bisnis tanah air, termasuk sektor properti. Jika dulu orang membeli rumah harus datang ke lokasi proyek, sekarang tidak lagi.

Senator DKI: Pasar Harus Jadi Area Paling Aman dari Penyebaran Corona

Pencegahan penyebaran corona di pasar termasuk pasar tradisional menjadi salah satu langkah strategis dan efektif untuk menahan laju dan menghentikan penularan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia

TERPOPULER