Sidang Ahok: Dua Kubu Massa Dipisah dengan Barikade Kawat Berduri

Jakarta, Seruji.com—Ratusan massa umat Islam yang mengawal sidang kasus penistaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terus berdatangan ke Auditorium Kementerian Pertanian di Jalan RM. Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (17/1).

Sementara itu, di kelompok pendukung Ahok, massa yang mengenakan baju kotak-kotak, juga datang ke lokasi persidangan.

Kedua massa yang tidak bisa masuk ke dalam ruang persidangan melakukan orasi di jalan. Kedua kelompok ini dibatasi oleh barikade kawat berduri.

“Kita berkumpul di sini bukan karena pilgub, tetapi karena kita menegakkan kebenaran,” terang Dadang Supena dalam orasinya di atas mobil komando yang terdiri dari gabungan sejumlah ormas, seperti Aliansi Perjuangan Islam (API), Front Pembela Islam (FPI), dan Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi).

Sidang Ahok yang keenam ini beragendakan untuk memeriksa saksi-saksi dari pelapor. Enam saksi pelapor itu adalah Wilyuddin Abdul Rasyid Dhani, Ibnu Baskoro, Muhammad Asroi Saputra, Iman Sudirman, dan dua anggota Polresta Bogor, yaitu Bripka Agung Hermawan dan Briptu Ahmad Hamdani. (jm/be)

Keterangan foto: Massa pengawal sidang Ahok dan pendukung Ahok dibatasi dengan kawat berduri. (jamal)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER