Perppu Ormas Jadi UU, NU: Gugatan di MK Gugur Demi Hukum

1
136
  • 22
    Shares
Aksi penolakan Perppu Ormas
Massa Aksi 287 mulai bergerak menuju gedung Mahkamah Konstitusi, pada Jumat, 28/7/2017. (Foto: Opick/SERUJI)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ketua PBNU Bidang Hukum Robikin Emhas mengatakan dengan disetujuinya Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas menjadi Undang-undang oleh DPR, maka semua permohonan uji materi Perppu tersebut di Mahkamah Konstitusi gugur.

“Konsekuensi hukum disahkannya Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas menjadi UU adalah gugurnya seluruh gugatan judicial review di Mahkamah Konstitusi tentang Perppu Ormas,” kata Robikin di Jakarta, Selasa (24/10).

Seperti diberitakan, melalui Rapat Paripurna DPR menyudahi status Perppu Ormas.

Loading...

Dalam sidang paripurna tersebut, sebanyak 445 anggota DPR yang hadir dalam Sidang Paripurna, 314 menyatakan setuju Perppu sebagai UU dan sisanya, yakni 131 menolak Perppu, sehingga Perppu Ormas sah menjadi Undang-Undang.

Robikin mengungkapkan ada 35 lebih gugatan judical review di MK tentang Perppu Ormas yang hingga saat disahkannya Perppu Ormas menjadi UU hari ini (24/10) masih dalam tahap pembuktian.

Permohonan tersebut masih dalam tahap pemeriksaan saksi dan ahli, baik dari pihak Pemohon (Penggugat) maupun Pemerintah dan Pihak Terkait.

“Oleh karena Perppu Ormas diterima DPR sebagai UU, sedangkan proses persidangan di MK belum berakhir atau belum diputus, maka seluruh gugatan yang ada gugur demi hukum karena Perppu yang digugat sudah tidak ada lagi (non existing),” tegasnya.

Para pemohon yang menggugat ke MK, salah satunya dimohonkan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

HTI melalui kuasa hukumnya, Yusril Ihza Mahendra, menilai Perppu Ormas itu jelas-jelas bertentangan dengan asas negara hukum dan melanggar HAM,” tutur Yusril. (Ant/SU02)

loading...

1 KOMENTAR

  1. Ingatlah salah satu statemen petinggi Turki “Umat Islam yg tak mau berpolitik atau salah dalam berpolitik, akan dikuasai oleh politikus benci dg Islam”. Sekarang, akibat umat Islam asal pilih dalam pilkada, pileg dan pilpres, akhirnya negara ini dikuasai oleh para politikus yg benci dg Islam. Masihkah umat Islam tak menyadarinya..????

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU