Dalam Kebisuan
Selama beberapa dekade Myanmar berada di bawah kekuasaan junta militer. Baru dua tahun belakangan ini reformasi demokrasi mengambil tempat di negara tersebut ketika Aung San Suu Kyi bersama Partai Liga Nasional Demokrasi memenangi pemilu paling bersejarah bagi Myanmar.
Ada banyak harapan akan terjadinya perubahan di saat masyarakat dimabukkan dengan narasi romantis perubahan demokrasi yang sedang bersemi di negara mereka, berharap situasi akan menjadi lebih baik bagi seluruh masyarakat Myanmar.
Demikian pula masyarakat Rohingya berharap kepada pemimpin dan partai baru pemenang pemilu untuk membuat perubahan di kehidupan mereka.
Namun kenyataannya sedikit yang telah dilakukan untuk masyarakat Rohingya.
Partai yang berkuasa tidak meletakkan situasi di Rakhine sebagai prioritas.
Bahkan, sang pemenang nobel perdamaian, Aung San Suu Kyi, yang disanjung oleh masyarakat internasional, lebih banyak diam ketika harus berbicara soal Rohingya. (Ant/SU02)
