Mampukah SBY Manfaatkan “Pintu Emas” di Pilkada Putaran Kedua

0

Analisa Politik SERUJI:

JAKARTA- Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono belum memberikan arahan untuk mendukung Ahok-Djarot atau Anies-Sandi pada putaran kedua Pilgub DKI. Tentu ini menjadi teka-teki. Beda misalnya, PAN sudah memberi lampu hijau dukung Anie-Sandi.

Akankah SBY segera memutuskan ? Kabar itu ditunggu. Kalau sehari sebelum PILKADA DKI, SBY seolah menjadi “sasaran tembak” karena “nyanyian” Antasari, dan merembet kemarahannya hingga saling tuduh dan bantah dengan Istana,  tapi pasca PILKADA, SBY tiba-tiba mendapat “anugerah” karena sikap sportif Agus dipuji  banyak pihak dan diam-diam. Sejumlah pihak bahkan mulai meloby SBY.

“Pintu emas”  telah dibukakan oleh keadaan  untuk SBY. Tentu  tinggal SBY yang mampu atau tidak memanfaatkan peluang itu.  Akankah SBY berani bersikap memilih Ahok atau Anies? Masyarakat sedang menunggu.

Pilihan SBY akan menjadi penting karena menunjukkan siapa sebenarnya SBY dalam kontelasi politik hari ini. Meski banyak kalangan mengkhawatirkan sikap “ragu-ragunya “  yang biasa terbawa dalam sikap politiknya, sehingga memilih tidak memilih alias netral.

Sekretaris Timses Ahok-Djarot, Ace Hasan Syadzily, misalnya, sangat disayangkan sekali jika SBY memilih untuk bersikap nonblok. Suara PD dan partai-partai pendukung Agus-Sylvi kini memang tengah diperebutkan oleh kubu Ahok-Djarot dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

“Kalau Pak SBY nonblok, pendukung mereka kan warga Jakarta. Kalau tidak menentukan pilihan, kan sayang,” kata Ace.

Politikus Golkar ini menyebut sikap legawa Agus-Sylvi yang secara kesatria mengakui kekalahannya perlu didukung oleh partisipasi pemilih mereka di putaran kedua Pilgub DKI. Ace juga berharap agar SBY tidak memilih nonblok.

Kekhawatiran atas keraguan SBY, salah satunya bisa juga dibaca saat  Ketua Dewan Pembina PD EE Mangindaan menyebut membebaskan pilihan kepada DPP.

“Kalau menurut saya dibebaskan saja, kemampuan masing-masing pribadi menilai siapa yang pas untuk jadi lebih pas,” ungkap Mangindaan di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/2/2017).

EDITOR: Yus Arza

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Setya Novanto diperiksa KPK

NasDem Hargai Putusan Golkar Pertahankan Novanto Sebagai Ketua DPR

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua Fraksi NasDem DPR, Irma Suryani Chaniago menghargai keputusan hasil kesepakatan Golkar terkait dengan posisi Setya Novanto. Sebelumnya, Partai Golkar belum...
Penjahat ditangkap

Kembali, Polisi Tangkap Pemilik Akun Sosmed Terduga Penghina Jokowi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri kembali menangkap pelaku penyebar ujaran kebencian dan SARA melalui jejaring sosial Facebook. Kali ini polisi menangkap...
Demo penolakan iklan rokok

Peneliti: Orang Normal Pasti Percaya Bahaya Rokok

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Peneliti Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan (PKEKK) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof Hasbullah Thabrany mengatakan orang normal pasti percaya bahaya...

KANAL WARGA TERBARU

KH. Luthfi Bashori

Pilih Mancung atau Pesek?

KH. Luthfi Bashori Seseorang yang berpakaian islami itu menunjukkan imannya MANCUNG di sisi Allah. Sedangkan menanggalkan pakaian islami itu adalah perbuatan orang yang PESEK imannya...
images lpdp

Contoh Essai LPDP: Sukses Terbesar dalam Hidupku

Beasiswa LPDP menjadi pilihan bagi para penuntut ilmu yang ingin melanjutkan pendidikannya pada level Master dan Doktoral, baik di Dalam maupun Luar Negeri. Salah...
penjajah

Bagaimana Sepilis itu Menjajah Indonesia?

Pada saat tertentu, misal sedang tidak ada yang perlu dikerjakan, pikiran saya kadang suka mengembara entah ke mana. Kadang bisa teringat pada kejadian yang...