Mampukah SBY Manfaatkan “Pintu Emas” di Pilkada Putaran Kedua

Analisa Politik SERUJI:

JAKARTA- Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono belum memberikan arahan untuk mendukung Ahok-Djarot atau Anies-Sandi pada putaran kedua Pilgub DKI. Tentu ini menjadi teka-teki. Beda misalnya, PAN sudah memberi lampu hijau dukung Anie-Sandi.

Akankah SBY segera memutuskan ? Kabar itu ditunggu. Kalau sehari sebelum PILKADA DKI, SBY seolah menjadi “sasaran tembak” karena “nyanyian” Antasari, dan merembet kemarahannya hingga saling tuduh dan bantah dengan Istana,  tapi pasca PILKADA, SBY tiba-tiba mendapat “anugerah” karena sikap sportif Agus dipuji  banyak pihak dan diam-diam. Sejumlah pihak bahkan mulai meloby SBY.

“Pintu emas”  telah dibukakan oleh keadaan  untuk SBY. Tentu  tinggal SBY yang mampu atau tidak memanfaatkan peluang itu.  Akankah SBY berani bersikap memilih Ahok atau Anies? Masyarakat sedang menunggu.

Pilihan SBY akan menjadi penting karena menunjukkan siapa sebenarnya SBY dalam kontelasi politik hari ini. Meski banyak kalangan mengkhawatirkan sikap “ragu-ragunya “  yang biasa terbawa dalam sikap politiknya, sehingga memilih tidak memilih alias netral.

Sekretaris Timses Ahok-Djarot, Ace Hasan Syadzily, misalnya, sangat disayangkan sekali jika SBY memilih untuk bersikap nonblok. Suara PD dan partai-partai pendukung Agus-Sylvi kini memang tengah diperebutkan oleh kubu Ahok-Djarot dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

“Kalau Pak SBY nonblok, pendukung mereka kan warga Jakarta. Kalau tidak menentukan pilihan, kan sayang,” kata Ace.

Politikus Golkar ini menyebut sikap legawa Agus-Sylvi yang secara kesatria mengakui kekalahannya perlu didukung oleh partisipasi pemilih mereka di putaran kedua Pilgub DKI. Ace juga berharap agar SBY tidak memilih nonblok.

Kekhawatiran atas keraguan SBY, salah satunya bisa juga dibaca saat  Ketua Dewan Pembina PD EE Mangindaan menyebut membebaskan pilihan kepada DPP.

“Kalau menurut saya dibebaskan saja, kemampuan masing-masing pribadi menilai siapa yang pas untuk jadi lebih pas,” ungkap Mangindaan di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/2/2017).

EDITOR: Yus Arza

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Lima Macam Riba Yang Diharamkam

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.