KPU Tidak Akan Fasilitasi Tes Baca Quran

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan tidak akan memfasilitasi penyelenggaraan tes membaca Al-Qur’an yang diajukan Ikatan Dai Aceh (IDA) kepada pasangan capres-cawapres.

“Sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, tidak mewajibkan capres-cawapres ikut tes baca kitab sucinya masing-masing,” kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan seusai menerima perwakilan IDA, di Gedung KPU RI, Jakarta, Rabu (16/1).

Wahyu mengatakan tidak difasilitasinya tes membaca Al-Qur’an oleh KPU, bukan berarti tes yang diprakarsai IDA menjadi tidak baik. KPU mengembalikan keputusan itu kepada masing-masing pasangan calon.

“Kami mengembalikan kepada masing-masing pasangan capres-cawapres mau mengikuti atau tidak,” ujar Wahyu.

Baca juga: Capres Dites Baca Quran, BPN: Kami Siap Jika KPU yang Selenggarakan

Ketua IDA Tgk Marsyuddin Ishak menyatakan memahami KPU yang tidak memiliki landasan hukum untuk memfasilitasi tes baca Al-Qur’an. Namun, pihaknya berharap masukan dari KPU RI untuk dapat menyelenggarakan kegiatan yang tidak diwajibkan penyelenggara pemilu.

Sebelumnya, Ikatan Dai Aceh (IDA) datang ke Jakarta, Ahad (13/1), mendatangi kantor Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga untuk mendapatkan respons langsung. IDA mengklaim ingin menagih respons Jokowi-KH Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga atas desakan masyarakat Aceh.

Baca juga: Dikunjungi Ikatan Dai Aceh, TKN: Jokowi-KH Ma’ruf Siap Tes Baca Quran

“Setiap bertemu masyarakat di Aceh, kami selalu ditagih soal kepastian tes baca Al-Quran capres-cawapres. Mereka tanya jadi atau tidak. Kalau tidak jadi sekalipun, kami harus memberikan alasan kepada masyarakat Aceh. Karenanya kami ingin meminta respons langsung dari masing-masing timses,” kata Ketua IDA, Tgk Marsyuddin Ishak, dalam keterangan tertulis, Ahad (13/1). (SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER