Khofifah Dorong Renovasi Pasar Tradisional Melalui CSR


SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Calon gubernur di Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur (Pilkada Jatim) Khofifah Indar Parawansa mendorong renovasi pasar tradisional di tiap daerah melalui pendanaan “Corporate Social Responsibility” (CSR) atau anggaran sosial dari perusahaan.

“Pasar tradisional di tiap daerah itu dikelola oleh Pemerintah Kabupaten atau Kota. Harus ada koordinasi yang baik dengan perusahaan-perusahaan di daerah untuk kepentingan merenovasi pasar-pasar tradisional yang sudah tidak layak,” katanya kepada wartawan di Surabaya, Senin (30/4).

Mantan Menteri Sosial itu menilai mayoritas pasar tradisional di berbagai daerah yang setiap hari sejak awal masa kampanye telah dikunjunginya sudah tidak layak untuk aktivitas jual-beli.

Dia mencontohkan hari ini saat berkunjung ke Pasar Pacar Keling Surabaya, banyak penjual yang mengeluh sepi pembeli.

“Saya rasa kalau tempatnya memang sudah tidak layak seperti ini akan membuat masyarakat kalangan menengah berpindah untuk berbelanja ke pasar modern,” ucapnya.

Diperoleh informasi, Pasar Pacar Keling Surabaya selalu tergenang air setiap kali turun hujan. Selain itu lorong-lorong antarlapak para penjual terbilang sempit, sehingga bagi para pembeli untuk berpapasan saja susah.

“Semula saya kira pasar tradisional di Pacar Keling ini adalah pasar darurat. Tapi ternyata bukan pasar darurat,” ujarnya.

Maka Khofifah menilai renovasi infrastruktur di pasar tradisional Pacar Keling Surabaya tergolong “urgent” atau mendesak.

Bagi dia, pasar tradisional yang masih eksis di berbagai daerah di wilayah Jawa Timur harus berseiring dengan kemajuan pasar modern.

“Untuk itu renovasi atau pembangunan infrastruktur di berbagai pasar tradisional yang kondisinya sudah tidak layak harus diprioritaskan sehingga penjual dan pembeli bisa beraktivitas dengan nyaman,” tuturnya.

Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama itu meyakini jika infrastruktur pasar tradisional telah dibenahi maka transaksinya akan mengalami pergerakan dengan baik.

Khofifah berpasangan dengan Emil Elestianto Dardak akan mengikuti Pilkada Jatim 2018, yang dijadwalkan berlangsung 27 Juni, diusung oleh koalisi partai politik Demokrat, Golkar, Hanura, Nasdem, PPP dan PAN. Pilkada Jatim 2018 juga diikuti pasangan Saifullah Yusuf – Puti Guntur Soekarno yang diusung oleh koalisi PDIP, PKB, PKS dan Gerindra. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Fahira ke Haters Anies: Jangan Sering Gol Bunuh Diri Nanti Kehabisan Energi

Bedakan wilayah Bekasi, Tangerang dan DKI saja tidak mampu. Siapa pengelola Kawasan GBK dan Jembatan Utan Kemayoran saja tidak paham. Bagaimana mau mau kritik apalagi menyerang.

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Dinilai Lembek ke China Soal Natuna, PA 212 Minta Presiden Jokowi Pecat Prabowo

Menurut PA 212, langkah yang diambil Prabowo sangat kontras dengan sikap Presiden Jokowi yang tidak mau berkompromi dengan China yang telah melakukan pelanggaran batas wilayah di perairan Natuna.

Inilah Kekayaan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Yang Kena OTT KPK

Jumlah harta Saiful ini melonjak hampir empat kali lipat dibanding saat awal ia menjabat Wakil Bupati Sidoarjo periode 2005-2010, yang berdasarkan LHKPN tertanggal 28 April 2006 bernilai total Rp17.349.095.000.

Flash: Bupati Sidoarjo Kena OTT KPK Terkait Dugaan Pengadaan Barang dan Jasa

OTT KPK ini, adalah juga yang pertama kali sejak revisi UU KPK diundangkan menjadi UU Nomor 19 Tahun 2019 atas perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002.

Utang RI Meroket Rp4.778 Triliun, Sri Mulyani: Kita Masih Lebih Hati-hati Dibanding Malaysia

Bahkan, jika dibanding negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Filipina, jelas Sri Mulyani, pengendalian utang Indonesia jauh lebih hati-hati.

TERPOPULER

close