Inilah Bahasa Tubuh Tiga Cagub-Cawagub DKI

1
354
Tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta

JAKARTA – Bahasa tubuh bisa menunjukkan maksud hati orangnya. Hal ini juga bisa diketahui dari tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Penampilan mereka di hadapan publik bisa menunjukkan bagaimana sikap tiga pasangan ini. Ada berbagai isyarat, mulai dari rasa grogi, puas, hingga kekompakan mereka.

Pakar bahasa tubuh Monica Kumalasari memaparkan analisisnya yang dilansir antara.co.id dengan mengambil contoh debat terakhir calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta pada Jumat (10/2) lalu.

Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni

AHY cenderung mendominasi namun legowo memberikan kesempatan pada Sylviana. Pasangan calon ini melakukan koreksi atau penyempurnaan dari debat sebelumnya soal dominasi.

Mereka juga berusaha merebut simpati warga usia senior dengan menggunakan verbal style yang bukan baseline mereka. AHY menggunakan kata “nguwongke”, sementara Sylvi menggunakan kata “ngopeni”.

Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat

Ahok menahan diri untuk mengambil porsi yang lebih. Kesempatan ini dimanfaatkan Djarot untuk menguasai panggung.

Ahok sering kali menampilkan senyum tawanya merespons jawaban-jawaban paslon lain atas pertanyaan Djarot. Senyum ini pertanda Ahok puas atas statement yang disampaikan oleh Djarot.

Dalam cara penyampaian Djarot terlihat lebih berkharisma dengan tutur kata dan sikap yang lebih santun. Sedangkan Ahok kurang tepat dalam bertutur dalam setting protokoler.

Anies Baswedan-Sandiaga Uno

Masih dengan gaya “baseline” Anies sebagai dosen  memiliki gaya retorika sebagai motivator paling baik dibanding pasangan calon lain. Kemampuannya merangkai dan membingkai kata juga tidak diragukan. Anies tahu benar bagaimana memainkan emosi penonton dengan kalimat pembuka sesuai tema, contoh bagaimana ia mengapresiasi peran perempuan.

Dibandingkan dengan Anies,  penguasaan emosi Sandiaga jauh lebih baik dan santun. Sandiaga lebih menguasai detail terutama dalam bidang keuangan dan bisnis.

Pasangan nomor urut tiga berusaha menampakkan keharmonisan dengan saling mengapresiasi kelebihan masing-masing. Hal ini juga terlihat saat Sandiaga mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan Ahok. Saat itu, Anies tampak menepuk halus punggung Sandiaga sebagai upaya dukungan dan motivasi.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

HIV positif

Belasan Ibu Hamil di Kaltara Positif HIV

NUNUKAN, SERUJI.CO.ID - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara menemukan belasan ibu hamil positif mengidap penyakit HIV/AIDS pada 2017. "Ada 12 ibu hamil di Kaltara ini positif...

Kapolda Papua Serahkan Bantuan Kemanusiaan Untuk Asmat

ASMAT, SERUJI.CO.ID - Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk anak-anak dan sanak keluarganya yang menderita penyakit campak dan gizi buruk di...

TNI Kerahkan Dua Helikopter Kirim Obat ke Asmat

TIMIKA, SERUJI.CO.ID - Markas Besar TNI mengerahkan dua unit helikopter untuk mengirim obat-obatan guna membantu menangani wabah penyakit campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat,...
loading...

Jiwa Gotong Royong yang Masih Tumbuh Subur

Tempo hari saya tercengang dengan megahnya sebuah masjid di desa Raji,  Demak, Jawa Tengah. Rupanya masjid yang belum selesai di bangun itu sudah menelan...

kebebasan berpikir

Kebebasan dalam Berpikir Hakikat bebas adalah merdeka dari segala hal yang mengikat. Berbicara tentang bebas, kita dapat belajar dari pengalaman komika kenamaan yaitu Ge Pamungkas...
_99517609_gepamungkas_joshuasuherman

Indonesia Darurat Keadilan

Indonesia Darurat Keadilan Salah satu penyebab gagalnya beberapa negara di Afrika di antaranya dalam masalah ketimpangan keadilan, sebut saja di Ethiopia, Zimbabwe dan negara-negara yang...