Dukungan Rendah di Bojonegoro, Tim Gus Ipul-Puti Gerakkan Mesin Partai

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Sebanyak 60 persen masyarakat Jawa Timur masih tidak paham kandidat calon Gubernur dan Wakil Gubernur 2018. Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Bidang Nelayan DPD PDI Perjuangan Jatim Teguh Prabowo Gunawan.

Teguh mengatakan masih banyak masyarakat tidak tahu terkait kandidat Pilgub Jatim. Oleh karenanya, pihaknya bersama partai koalisi akan menggerakan mesin partai.

“Kita dengan semua mesin politik partai akan terus berjalan, untuk memenangkan Cagub-Cawagub Gus Ipul dan Mbak Puti,” ujarnya saat di Konfirmasi SERUJI, Rabu (11/4).

Pria yang biasa disapa Go Tjong Ping ini mengaku pihaknya setiap hari memanfaatkan media sosial untuk mengkampanyekan pemenangan Gus Ipul-Puti Guntur.

“Kita tiap hari lakukan kampanye pemenangan Gus Ipul dan Mbak Puti ke jejaring media sosial dan kita juga sering melakukan pertemuan dengan masyarakat untuk sosialisasi pemenangan paslon kita, hingga dibentuk relawan untuk menambah dukungan, ini strategi kita,” jelasnya.

Dia menambahkan dukungan Gus Ipul-Puti Guntur di daerah Tuban ada sekitar 5000 orang yang tergabung dalam relawan.

“Kita terus melakukan perkembangan dukungan, di Kabupaten Bojonegoro karena di daerah itu kita masih kesulitan memperoleh dukungan dan sekarang ada sekitar 3000an itu pun dari relawan saja, hal ini dampak dari Pilgub sebelumnya bahwa Bu Khofifah unggul di daerah tersebut (Bojonegoro),” ungkapnya.

Saat ini, kata Go Tjong, pihaknya lebih giat mendongkrak suara di Bojonegoro karena masih minim dukungan, bahkan ada 122 desa yang mengundang tim Gus Ipul-Puti Guntur untuk meminta sosialisasi tentang sosok Gus Ipul dan Puti.

“Ketika bertemu masyarakat kita lebih ke arah pemenangan saja, sebelumnya di Pilgub 2018 ini, kami takut Khofifah unggul, tapi ternyata menurut survei kita yang unggul,” pungkasnya. (Devan/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Jokowi, Propaganda Rusia dan Rand Corporation

Penggunaan istilah Propaganda Rusia ini menjadi masalah besar sebab dalam kapasitas apa Jokowi menyatakan hal tersebut? Apakah sebagai Presiden Republik Indonesia atau sebatas calon presiden (Capres)?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Inilah Tanda Bayi Terkena Penyakit Demam Berdarah

Kenali Demam Berdarah, waspada terhadap anak anda

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Wartawan Dalam Lingkaran Elite Kekuasaan