BPN Prabowo-Sandiaga Yakin Menang Hingga 70 Persen di Kepri

TANJUNGPINANG, SERUJI.CO.ID – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga optimistis mampu mengalahkan paslon nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf di Provinsi Kepulauan Riau dalam Pilpres 2019.

Ketua BPN Prabowo-Sandiaga Wilayah Kepri, Onward Siahaan mengatakan, berdasarkan hasil survei internal yang dilakukan pertengahan hingga akhir tahun 2018, suara yang diperoleh capres dan cawapres nomor urut 02 itu mencapai 60 persen.

“Kalau dilihat dari perkembangan sekarang bahkan kami yakin Prabowo-Sandi memperoleh suara hingga 70 persen,” katanya di Tanjungpinang, Selasa (22/1).

Diungkapkan pria yang juga anggota DPRD Kepri ini survei internal akan kembali dilakukan pada awal Maret 2019. Survei ini akan dijadikan sebagai landasan bagi tim pemenangan untuk mengatur strategi meraih suara terbanyak.

“Isu nasional juga berkembang di Kepri. Ini juga memberi dampak positif bagi Prabowo-Sandi,” ujarnya.

Baca juga: Survei: Terus Naik, Elektabilitas Prabowo Makin Mendekati Jokowi

Politisi Gerindra ini mengakui pergerakan tim pemenangan tidak terlalu tampak di permukaan, karena strategi yang diterapkan adalah memperkuat basis di akar rumput.

“Selain menyosialisasikan visi dan misi Prabowo-Sandi, tim pemenangan juga menyerap aspirasi masyarakat. Persoalan yang dihadapi masyarakat masih berhubungan dengan perekonomian, keterbatasan akses transportasi, pendidikan dan kesehatan warga pesisir,” jelasnya.

Aspirasi tersebut diakomodir tim pemenangan, dan kemudian disampaikan kepada BPN Prabowo-Sandi.

Baca juga: Anggap Berpihak, BPN Prabowo Tolak Najwa Shihab Sebagai Moderator Debat

“Ini menjadi catatan penting untuk diperhatikan Prabowo-Sandi jika diamanatkan menjadi pemimpin negeri ini,” katanya.

Onward mengatakan Sandiaga berencana mengunjungi Kepri kembali sebelum tahapan kampanye berakhir.

“Akhir tahun 2018, Pak Sandiaga sudah kampanye di Batam. Ada keinginan beliau untuk mengunjungi Kepri kembali,” pungkasnya. (Ant/SU01)

19 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BPK dan Bencana

PT Semen Indonesia: Jebloknya Arus Kas Pasca Akuisisi Super Mahal Holcim

Akuisisi mestinya adalah sesuatu yang positif. Tetapi laporan keuangan terbaru SI berkata lain. Akuisisi justru menurunkan kinerja. Mengapa?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Pemilihan Umum Rasa Adu Jangkrik