Berbeda dengan PKB, Saksi PDIP Tolak Hasil Rekapitulasi Yang Menangkan Khofifah-Emil

38
1085
Gus Ipul ditengah massa PDI Perjuangan saat jalan sehat, Ahad (8/4/2018).

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) telah selesai merampungkan proses rekapitulasi suara tingkat provinsi untuk pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018, dan menetapkan pasangan nomor urut satu Khofifah Indra Parawansa-Emil Dardak sebagai pemenang Pilgub Jatim 2018.

Khofifah-Emil unggul dengan 10.465.218 suara (53,5%) atas pasangan nomor urut dua Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur yang memperoleh 9.076.014 suara (46,5%), dengan selisih hampir tujuh persen.

Saksi dari Khofifah-Emil telah menandatangani berita acara rekapitulasi tersebut. Hal yang sama dilakukan oleh saksi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang diwakili Musyafak Rouf.

Loading...

Namun saksi dari PDI Perjuangan sebagai yang ikut mengusung Gus Ipul-Puti, Martin Hamonnangan, menolak menandatangani berita acara tersebut.

Martin yang juga politisi PDI Perjuangan ini beralasan masih ada proses pemungutan suara yang bermasalah di 16 Kabupaten/ kota yang belum ditindaklanjuti KPU.

Baca juga: Resmi, KPU Tetapkan Khofifah-Emil Pemenang Pilgub Jatim 2018

“Banyak data DB2 KWK yang bermasalah di sejumlah tempat pemungutan suara di 16 kabupaten/kota. Saya selaku kuasa tim pasangan calon nomor urut 2 tidak akan menandatangani berita acara rekapitulasi penghitungan suara ini,” kata Martin di rapat pleno terbuka rekapitulasi yang berlangsung di Grand City Mall, Surabaya, Sabtu (7/7).

Menurut Martin seharusnya KPU Jatim menyelesaikan dulu semua masalah yang ditemukan pihaknya di berbagai Kabupaten/Kota, baru proses rekapitulasi bisa dilakukan.

38 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU