Ketika Terorisme Mencari Target Yang Mudah

Review Film “22 Menit,” (2018) Oleh: Denny JA

SERUJI.CO.ID – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengendarai motor di jalan raya tanpa helm. Iapun distop polisi. Brigjend Pol Krishna Murti jualan sate di pinggir jalan. Dua petinggi polisi ini menjadi cameo dalam film berjudul 22 menit.

Cameo itu peran kecil dalam film tapi dimainkan oleh tokoh masyarakat. Nelson Mandela pernah pula menjadi Cameo sebagai guru dalam film Malcom X. Alfred Hitcock yang paling sering muncul sebagai cameo dalam filmnya sendiri. Kehadiran tokoh sebagai cameo dalam film menambah daya tarik film di kalangan komunitas tokoh itu.

Hari itu, saya bersama keluarga besar LSI Denny JA menonton film yang diinspirasi oleh kisah nyata bom Thamrin, tahun 2016. Judulnya 22 menit.

Sebulan ini, team LSI memang sedang intens menyelami riset soal terorisme. Sambil berkelakar, seorang peneliti menyatakan kantor LSI pindah hari itu ke bioskop. Kita perlu studi banding menonton film soal terorisme untuk memperkaya riset soal terorisme.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Demikian Mudah Dikenali Sebagai Hoaks, Info 7 Kontainer Surat Suara Masih Telan “Korban”

Yang membuat saya heran, kenapa para politisi, terutama yang menyebarkan info hoaks ini di akun media sosial (walau dalam bentuk tanya sekalipun) tidak mengenali bahwa info ini adalah hoaks?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.