ASEAN Tersandera Kebijakan Nonintervensi Dalam Penyelesaian Rohingya

Akar masalah Rohingya adalah ketidakjelasan status kewarganegaraan etnis Rohingya sebagai warga Myanmar selama berpuluh-puluh tahun.

Karena ketidakjelasan identitas ini mengakibatkan etnis Rohingya tidak bisa mengakses pendidikan, kesehatan, tempat tinggal layak, dan pekerjaan. Semua itu merupakan hak-hak dasar manusia.

Meskipun demikian, Indonesia sebagai negara terbesar di ASEAN memberikan secercah harapan bagi etnis Rohingya.

Indonesia mendapatkan kepercayaan penuh dari Myanmar untuk menyelesaikan krisis Rohingya.

Kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah Myanmar kepada Indonesia dalam menyelesaikan krisis Rohingya dapat mendorong pertanggungjawaban kawasan, kata Puri.

Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Philips J. Vermonte. Menurut Vermonte, pemerintah Indonesia harus menjaga kepercayaan tersebut.

Terkait dengan isu Rohingya, Myanmar tidak terlalu terbuka terhadap Malaysia maupun Turki. Akan tetapi, kepada Indonesia mereka sangat terbuka, ujar Vermonte.

Ia mengatakan bahwa saat rezim militer menguasai Myanmar, Indonesia dan ASEAN yang melakukan diplomasi lunak lebih bisa diterima oleh pemerintah negara itu. Sebaliknya, pendekatan keras yang dilakukan oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat tidak mampu melunakkan pemerintahan Myanmar pada saat itu.

Dengan cara ASEAN itu, Myanmar menjadi negara yang menjalankan demokrasi. Rezim militer mundur lalu terjadi pemilihan umum, katanya.

Selain itu, ada kemiripan permasalahan yang dialami Myanmar dan Indonesia pada tahun 1998 s.d. 2000 terkait dengan prinsip-prinsip penghormatan terhadap HAM di dalam perilaku aparat keamanan.

Saat ini, kata dia, ada upaya agar militer Myanmar dibekali prinsip-prinsip penghormatan terhadap HAM saat menghadapi kekuatan sipil.

Di samping itu, hubungan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Myanmar selama ini berjalan dengan baik.

Oleh karena itu, solusi diplomatik yang ditempuh Indonesia diharapkan dapat menyelesaikan krisis Rohingya.

Selain memberikan bantuan kemanusiaan, dia mengharapkan Indonesia dapat menjadi penghubung dari negara-negara lain ingin membantu menyelesaikan persoalan Rohingya.

Menurut dia, butuh solusi diplomatik Indonesia, baik melalui ASEAN maupun melalui diplomasi bilateral Indonesia dengan Myanmar.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER