Kejutan Imlek! 5 Saham Ini Diprediksi Melesat Rabu 18 Februari Setelah IHSG Turun Jumat Kemarin

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Setelah menutup perdagangan dengan koreksi menjelang libur panjang Imlek, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bangkit kembali pada pembukaan perdagangan besok, Rabu (18/2/2026). Pasar modal Indonesia kembali beroperasi setelah libur dua hari pada 16-17 Februari 2026 untuk merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.

Penutupan IHSG Jumat Lalu: Koreksi Tipis di Level 8.212,27

Pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (13/2/2026), IHSG ditutup melemah 53,08 poin atau turun 0,64% ke posisi 8.212,27. Penutupan ini menandai akhir dari pekan yang sebenarnya cukup impresif, di mana IHSG secara keseluruhan mencatatkan penguatan sebesar 3,49% sepanjang pekan 9-13 Februari 2026, meningkat tajam dari level 7.935,26 pada pekan sebelumnya.

Koreksi di akhir pekan terjadi akibat aksi profit taking jelang libur panjang, ditambah tekanan dari bursa regional Asia yang mayoritas melemah. Investor asing juga tercatat melakukan net sell sebesar Rp2,03 triliun pada Jumat lalu, menjadi salah satu faktor pemberat pergerakan indeks.

Meskipun IHSG sempat terkoreksi di akhir pekan, kapitalisasi pasar tetap mencatatkan peningkatan solid sebesar 3,83% menjadi Rp14.889 triliun, naik dari Rp14.341 triliun pada pekan sebelumnya. Volume transaksi harian juga meningkat 4,73% menjadi 45,24 miliar lembar saham.

Prediksi IHSG Besok: Berpotensi Menguat Terbatas

Analis memproyeksikan IHSG akan bergerak menguat secara terbatas pada pembukaan perdagangan besok Rabu (18/02). Beberapa faktor pendukung penguatan antara lain:

Faktor Positif:

  • Rebound Teknikal – Setelah koreksi tipis di akhir pekan lalu, IHSG berpotensi melakukan rebound teknikal di awal pekan ini
  • Stabilitas Rupiah – Nilai tukar rupiah yang relatif stabil memberikan sentimen positif bagi investor asing
  • Bursa Asia Menguat – Bursa-bursa regional Asia menunjukkan penguatan pada awal pekan, terutama didorong optimisme inflasi China yang terkendali
  • Kapitalisasi Pasar Kuat – Kenaikan kapitalisasi pasar ke Rp14.889 triliun menunjukkan fundamental yang masih solid
  • Sentimen Domestik Positif – Investor menanti berbagai kebijakan positif dari pemerintah untuk mendorong pasar modal

Faktor Risiko:

  • Net Sell Asing – Aksi jual asing yang masih berlanjut dapat membebani pergerakan IHSG
  • Antisipasi BI Rate – Investor menunggu keputusan suku bunga Bank Indonesia yang akan diumumkan dalam waktu dekat
  • Ketidakpastian Global – Sentimen pasar global yang masih volatile, terutama terkait kebijakan AI dan data ekonomi AS

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER