📋 Hasil RUPST & RUPSLB ROTI — 7 April 2026
RUPST dan RUPSLB PT Nippon Indosari Corpindo Tbk digelar pada Selasa, 7 April 2026 di Jakarta. Seluruh agenda disetujui oleh pemegang saham. Berikut keputusan-keputusan strategis yang paling penting:
💸 Dividen Jumbo: Rp80,04 per Saham, Total Rp450 Miliar
RUPS menyetujui pembagian dividen tunai total Rp449,99 miliar, setara dengan Rp80,04 per saham. Sumber dana dividen ini unik: Rp256,44 miliar berasal dari laba bersih tahun buku 2025 (setelah disisihkan Rp2 miliar sebagai dana cadangan), ditambah Rp193,55 miliar dari saldo laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya.
Dengan demikian, payout ratio ROTI untuk tahun buku 2025 mencapai hampir 195% dari laba bersih tahun berjalan, jauh di atas 100%, sebuah pola yang memang sudah menjadi tradisi ROTI sejak 2020.
Berdasarkan harga penutupan saham ROTI pada 8 April 2026 sebesar Rp805 per saham, dividen Rp80,04 mencerminkan dividend yield 9,94%, sangat tinggi dan kompetitif dibanding instrumen investasi lainnya. Jadwal resmi pembagian dividen adalah sebagai berikut:
| Tanggal | Keterangan |
|---|---|
| 15 April 2026 | Cum dividen di Pasar Reguler & Negosiasi |
| 16 April 2026 | Ex dividen di Pasar Reguler & Negosiasi |
| 17 April 2026 | Recording date (tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak) |
| 28 April 2026 | Payment date (pembayaran dividen ke RDN pemegang saham) |
Catatan penting: Karena recording date jatuh pada 17 April 2026 dan artikel ini ditulis pada 18 April 2026, masa penangkapan dividen ROTI sudah TERTUTUP. Investor yang ingin mendapatkan dividen ini wajib telah memiliki saham ROTI paling lambat pada 15 April 2026 (cum date). Pembayaran dividen ke rekening dana nasabah (RDN) dijadwalkan pada 28 April 2026.
🐄 Ekspansi Baru: Masuk Bisnis Pakan Ternak!
Kejutan RUPSLB yang tidak kalah menarik: pemegang saham menyetujui penambahan kegiatan usaha baru di bidang industri ransum makanan hewan (KBLI 10801). ROTI akan memproduksi tepung pakan ternak secara mandiri melalui investasi pembangunan fasilitas feed mill. Bahan bakunya berasal dari roti-roti sisa produksi dan produk yang tidak memenuhi standar kualitas untuk dijual ke konsumen — yang selama ini menjadi beban biaya pembuangan.
Langkah ini sangat strategis dari perspektif bisnis sirkular: limbah produksi yang tadinya menjadi cost center diubah menjadi sumber pendapatan baru. Manajemen ROTI menyatakan bahwa ekspansi ini tidak akan mengganggu operasional inti, dan perseroan optimis dapat menjalankan dua lini bisnis ini secara paralel dengan dukungan tenaga kerja yang sudah ada. Perubahan ini memerlukan amandemen Pasal 3 Anggaran Dasar perseroan yang juga sudah disetujui dalam RUPSLB.
