Disela Pertemuan IMF-WB, RI-Singapura Sepakati Fasilitas Swap Senilai 10 Miliar USD


NUSA DUA, SERUJI.CO.ID – Presiden Jokowi menyambut baik kesepakatan bilateral currency swap arrangement (BCSA) antara Bank Indonesia (BI) dan Monetary Authority Singapore (MAS) senilai 10 miliar dolar AS.

“Saya menyambut baik kerja sama swap dan repo antara BI dan Monetary Authority of Singapore senilai 10 miliar dolar AS,” kata Presiden Jokowi dalam joint press statement setelah Annual Leaders Retreat dengan PM Singapura Lee Hsien Loong di sela pertemuan tahunan IMF-WB 2018 di Nusa Dua Bali, Kamis.

Pada kesempatan itu, kedua bank sentral sepakat melakukan skema fasilitas swap rupiah dengan dolar Singapura (SGD) sebesar 10 miliar dolar AS.
Presiden Jokowi mengatakan, di tengah ketidakpastian ekonomi global kerja sama ekonomi memang menjadi fokus perhatian kedua negara.
Selain itu, Presiden Jokowi dan PM Lee juga menyaksikan perwakilan kedua negara menandatangani nota kesepahaman bersama (MoU).

“Dua dari tiga MoU yang ditandatangani adalah upaya mendorong kerja sama ekonomi keuangan yaitu promosi dan perlindungan penanaman modal atau P4M dan nota kesepahaman bidang fintech,” katanya.

Secara khusus kata Presiden, persetujuan itu merupakan yang pertama ditandatangani Indonesia sejak pemerintah melakukan revisi terhadap perjanjian investasi pada 2014.

“Saya harap ini meningkatkan kepercayaan investor Singapura untuk terus berinvestasi di Indonesia. Persetujuan ini juga akan jadi model dan referensi perjanjian investasi ke depan,” katanya.

Kedua negara membawa delegasi yang besar dimana Presiden mengikutsertakan jajaran menterinya dalam pertemuan itu.

Hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya Mendag Enggartiasto Lukita, Menhan Ryamizard Ryacudu, Mensesneg Pratikno, Menkoperekonomian Darmin Nasution, Menkopolhukam Wiranto, Menko PMK Puan Maharani, dan Seskab Pramono Anung.

Juga nampak, Mendikbud Muhadjir Effendy, Gubernur BI Perry Warjiyo, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brpdjonegoro, Kepala Bekraf Triawan Munaf, Menperin Airlangga Hartarto, dan Menlu Retno LP Marsudi. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik Yang Manusiawi

Pertanyaannya mengapa hasil Islamicity Index berdasarkan arahan kitab suci Alquran hasilnya tak banyak beda dengan World Happiness Index. Pada dasarnya nilai terbaik dari agama Islam, sebagaimana agama lain, jika diuniversalkan, itu sama dengan aneka nilai manusiawi yang dirumuskan oleh peradaban mutakhir. Nilai yang Islami itu ternyata juga nilai yang manusiawi. Itulah ruang publik yang universal yang bisa dinikmati semua manusia, apapun agama dan keyakinannya.

Fahira ke Haters Anies: Jangan Sering Gol Bunuh Diri Nanti Kehabisan Energi

Bedakan wilayah Bekasi, Tangerang dan DKI saja tidak mampu. Siapa pengelola Kawasan GBK dan Jembatan Utan Kemayoran saja tidak paham. Bagaimana mau mau kritik apalagi menyerang.

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Dinilai Lembek ke China Soal Natuna, PA 212 Minta Presiden Jokowi Pecat Prabowo

Menurut PA 212, langkah yang diambil Prabowo sangat kontras dengan sikap Presiden Jokowi yang tidak mau berkompromi dengan China yang telah melakukan pelanggaran batas wilayah di perairan Natuna.

Inilah Kekayaan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Yang Kena OTT KPK

Jumlah harta Saiful ini melonjak hampir empat kali lipat dibanding saat awal ia menjabat Wakil Bupati Sidoarjo periode 2005-2010, yang berdasarkan LHKPN tertanggal 28 April 2006 bernilai total Rp17.349.095.000.

Flash: Bupati Sidoarjo Kena OTT KPK Terkait Dugaan Pengadaan Barang dan Jasa

OTT KPK ini, adalah juga yang pertama kali sejak revisi UU KPK diundangkan menjadi UU Nomor 19 Tahun 2019 atas perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002.

Utang RI Meroket Rp4.778 Triliun, Sri Mulyani: Kita Masih Lebih Hati-hati Dibanding Malaysia

Bahkan, jika dibanding negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Filipina, jelas Sri Mulyani, pengendalian utang Indonesia jauh lebih hati-hati.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close