KPU OKU Tegaskan Tidak Ada Pemungutan Suara Ulang di Daerahnya

BATURAJA, SERUJI.CO.ID – Ketua KPU Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Naning Wijaya, menegaskan di wilayah setempat tidak ada Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilu 2019 karena seluruh tahapan yang sudah dilaksanakan berjalan aman dan lancar.

“Perlu kami tegaskan bahwa di OKU tidak ada pemungutan suara ulang (PSU),” kata Ketua KPU Ogan Komering Ulu (OKU), Naning Wijaya di Baturaja, Selasa (7/5).

Menurut dia, secara umum semua tahapan pelaksanaan pemilu serentak di Kabupaten OKU sudah berjalan sesuai dengan aturan yang ada.

Bahkan pada proses rekapitulasi tingkat KPU yang telah dilaksanakan beberapa hari lalu berjalan tertib dan pihaknya tidak perlu menggunakan baracuda serta kawat berduri untuk mengantisipasi jika terjadi kericuhan.

“Kami juga berterima kasih kepada seluruh pihak terkait dan warga Kabupaten OKU yang telah menyukseskan pemilu 2019 ini,” katanya.

Dia mengemukakan, pada Pemilu 2019 ini tingkat partisipasi masyarakat yang menggunakan hak pilihnya juga mengalami peningkatan mencapai 80 persen pemilih.

“Jumlah pemilih di OKU pada pemilu tahun ini yaitu sebanyak 255.224 orang sehingga capaian pemilih mencapai 80 persen,” ungkapnya.

Menurut dia, partisipasi masyarakat Kabupaten OKU dalam pemilihan umum 2019 mencapai 80 persen tersebut melampaui target nasional Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI yang hanya sekitar 77,5 persen.

“Partisipasi pemilih di OKU ini mencapai 80 persen dari target nasional 77,5 persen. Kami bersyukur bisa melampaui target nasional dengan segala upaya yang dilakukan agar masyarakat menggunakan hak pilihnya,” ujarnya.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER