Dugaan Korupsi Videotron, PNS Disperindag Diadili

0
58
videotron medan
Dahliana, salah satu terdakwa kasus korupsi pengadaan videotron di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Medan diadili di Pengadilan Negeri Medan. (foto:Mica/Seruji)

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Dahliana Hanum, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Disperindag Medan menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (12/10). Wanita ini menjadi terdakwa dalam kasus korupsi pengadaan videotron di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Medan.

“Pagu anggaran pengadaan videotron di Disperindag Medan ini ditampung dalam APBD Tahun Anggaran 2013 senilai Rp 3,1 miliar. Akibat perbuatan terdakwa menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 1 Miliar lebih,” kata Jaksa Penuntut Umum, Sarjani SH.

Terdakwa disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 ayat (1) Jo Pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Usai pembacaan dakwaan, terdakwa melalui penasihat hukumnya tidak mengajukan eksepsi.

Majelis hakim yang diketuai Erwan Efendi kemudian menunda sidang hingga pada Kamis (19/10) mendatang, dengan agenda menghadirkan saksi-saksi dari JPU.

Sebelumnya, dalam kasus ini, Kejari Medan menetapkan tiga orang tersangka yaitu Direktur CV Tanjung Asli Ellius selaku rekanan, pejabat di Disperindag Dahlianum selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan seorang lagi dari rekanan bernama Johan.

Pengadaan videotron massal berisi informasi harga kebutuhan pokok secara elektronik di Disperindag Kota Medan Tahun 2013 menggunakan anggaran Rp 3,1 miliar. Proyek itu terindikasi korupsi, sehingga penyidik telah mengeluarkan surat perintah penyidikan Nomor Print 02/N.210ND.108/2016 tertanggal 16 Agustus 2016.

Pengadaan videotron itu seharusnya memudahkan masyarakat untuk mengetahui harga bahan pokok. Namun kenyataannya, videotron yang dipasang di sejumlah titik di antaranya di Pasar Palapa, Pasar Aksara, Pusat Pasar, Pasar Petisah, dan Pasar Simpang Limun itu, ternyata tidak berfungsi. Bahkan pengadaan videotron itu disebut sebagai proyek gagal. (Mica/Hrn)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
tewas

Diduga Hirup Asap Pembakaran Ban Bekas, 7 Penambang Emas Tewas

LOMBOK, SERUJI.CO.ID - Sedikitnya tujuh penambang emas tewas diduga akibat menghirup asap pembakaran ban bekas yang masuk ke dalam lubang tambang di Desa Buwun Mas,...
Angin puting beliung

Enam Daerah di Aceh Diterjang Puting Beliung

ACEH, SERUJI.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyatakan, hujan lebat disertai angin kencang dan puting beliung melanda enam daerah yang mengakibatkan masyarakat setempat mengalami...
Kecelakaan

Diduga Sopir Mengantuk, Sebuah Mobil Melompat ke Rawa

LHOKSUKON, SERUJI.CO.ID - Sebuah mobil jenis double cabin merek Nissan Navara melompat ke rawa, di pinggir Jalan Trans Sumatera Medan-Banda Aceh, tepatnya di Gampong Alue...

Laga Rusia Kontra Mesir Dinantikan Penggemar di Moskow

MOSKOW, SERUJI.CO.ID - Sejumlah penggemar sepak bola dari beberapa negara yang berada di Moskow menantikan laga antara tuan rumah Rusia melawan Mesir yang akan diselenggarakan...
becak-becak

Yogyakarta Kaji Tiga Desain Becak Alternatif

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID -  Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan kajian desain becak alternatif dengan menyiapkan tiga tipe becak yang terdiri dari dua becak ramah lingkungan dan satu...