Dugaan Korupsi Videotron, PNS Disperindag Diadili

0
68
videotron medan
Dahliana, salah satu terdakwa kasus korupsi pengadaan videotron di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Medan diadili di Pengadilan Negeri Medan. (foto:Mica/Seruji)

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Dahliana Hanum, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Disperindag Medan menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (12/10). Wanita ini menjadi terdakwa dalam kasus korupsi pengadaan videotron di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Medan.

“Pagu anggaran pengadaan videotron di Disperindag Medan ini ditampung dalam APBD Tahun Anggaran 2013 senilai Rp 3,1 miliar. Akibat perbuatan terdakwa menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 1 Miliar lebih,” kata Jaksa Penuntut Umum, Sarjani SH.

Terdakwa disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 ayat (1) Jo Pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Loading...

Usai pembacaan dakwaan, terdakwa melalui penasihat hukumnya tidak mengajukan eksepsi.

Majelis hakim yang diketuai Erwan Efendi kemudian menunda sidang hingga pada Kamis (19/10) mendatang, dengan agenda menghadirkan saksi-saksi dari JPU.

Sebelumnya, dalam kasus ini, Kejari Medan menetapkan tiga orang tersangka yaitu Direktur CV Tanjung Asli Ellius selaku rekanan, pejabat di Disperindag Dahlianum selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan seorang lagi dari rekanan bernama Johan.

Pengadaan videotron massal berisi informasi harga kebutuhan pokok secara elektronik di Disperindag Kota Medan Tahun 2013 menggunakan anggaran Rp 3,1 miliar. Proyek itu terindikasi korupsi, sehingga penyidik telah mengeluarkan surat perintah penyidikan Nomor Print 02/N.210ND.108/2016 tertanggal 16 Agustus 2016.

Pengadaan videotron itu seharusnya memudahkan masyarakat untuk mengetahui harga bahan pokok. Namun kenyataannya, videotron yang dipasang di sejumlah titik di antaranya di Pasar Palapa, Pasar Aksara, Pusat Pasar, Pasar Petisah, dan Pasar Simpang Limun itu, ternyata tidak berfungsi. Bahkan pengadaan videotron itu disebut sebagai proyek gagal. (Mica/Hrn)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU