Dugaan Korupsi Videotron, PNS Disperindag Diadili

0
25
videotron medan
Dahliana, salah satu terdakwa kasus korupsi pengadaan videotron di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Medan diadili di Pengadilan Negeri Medan. (foto:Mica/Seruji)

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Dahliana Hanum, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Disperindag Medan menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (12/10). Wanita ini menjadi terdakwa dalam kasus korupsi pengadaan videotron di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Medan.

“Pagu anggaran pengadaan videotron di Disperindag Medan ini ditampung dalam APBD Tahun Anggaran 2013 senilai Rp 3,1 miliar. Akibat perbuatan terdakwa menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 1 Miliar lebih,” kata Jaksa Penuntut Umum, Sarjani SH.

Terdakwa disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 ayat (1) Jo Pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Usai pembacaan dakwaan, terdakwa melalui penasihat hukumnya tidak mengajukan eksepsi.

Majelis hakim yang diketuai Erwan Efendi kemudian menunda sidang hingga pada Kamis (19/10) mendatang, dengan agenda menghadirkan saksi-saksi dari JPU.

Sebelumnya, dalam kasus ini, Kejari Medan menetapkan tiga orang tersangka yaitu Direktur CV Tanjung Asli Ellius selaku rekanan, pejabat di Disperindag Dahlianum selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan seorang lagi dari rekanan bernama Johan.

Pengadaan videotron massal berisi informasi harga kebutuhan pokok secara elektronik di Disperindag Kota Medan Tahun 2013 menggunakan anggaran Rp 3,1 miliar. Proyek itu terindikasi korupsi, sehingga penyidik telah mengeluarkan surat perintah penyidikan Nomor Print 02/N.210ND.108/2016 tertanggal 16 Agustus 2016.

Pengadaan videotron itu seharusnya memudahkan masyarakat untuk mengetahui harga bahan pokok. Namun kenyataannya, videotron yang dipasang di sejumlah titik di antaranya di Pasar Palapa, Pasar Aksara, Pusat Pasar, Pasar Petisah, dan Pasar Simpang Limun itu, ternyata tidak berfungsi. Bahkan pengadaan videotron itu disebut sebagai proyek gagal. (Mica/Hrn)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Bupati Malinau Hadiri Rapat Paripurna DPRD Penetapan APBD 2018

MALINAU, SERUJI.CO.ID - Bupati Malinau hadiri rapat paripurna ke IX masa sidang III DPRD kabupaten Malinau tahun 2017 yang diadakan di ruang sidang kantor...
Setya Novanto dan KPK

Pengacara Belum Pastikan Setya Novanto Hadir di Persidangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kuasa Hukum Setya Novanto, Firman Wijaya, menyatakan belum mengetahui apakah kliennya dapat dihadirkan sebagai terdakwa pada sidang perdana perkara tindak pidana korupsi...
Polrestabes Surabaya

Polrestabes Surabaya Raih Predikat Wilayah Bebas Korupsi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya meraih predikat "Wilayah Bebas Korupsi" dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. "Kami mengucapkan terima kasih kepada...

KANAL WARGA TERBARU

Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...
Diky Supratman

Tiga Tahun Bocah Ini Berjuang Dengan Penyakitnya

Kotawaringin Barat - Diky Supratman (16) anak dari pasangan Mustofa dan Marni jl. Ahamd Yani gg. Baning RT 29 Kelurahan Baru Arut Selatan Kotawaringin...