Namanya Dicatut untuk Galang Sumbangan, Emil Dardak Akan Polisikan Pelaku


TRENGGALEK, SERUJI.CO.ID – Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak mengancam akan melaporkan oknum warga yang mencatut namanya untuk penggalangan sumbangan dana di media sosial, ke kepolisian setempat.

“Ada yang membuat akun palsu mengatasnamakan saya dan disalahgunakan untuk mencari sumbangan (dana),” kata Bupati Emil di Trenggalek, Jawa Timur, Senin (15/10).

Suami pesohor Arumi Bachsin yang juga Wagub Jatim terpilih itu menegaskan niatnya untuk melapor ke kepolisian setempat.

Hal itu ia lakukan sebagai proses pembelajaran karena akun palsu yang mengatasnamakan dirinya sudah mengarah ke pencemaran nama baik dan bertendensi penipuan.

“Saya telah menyuruh pegawai pemkab untuk mengklarifikasi hal ini, dan bekoordinasi dengan polisi,” ujarnya.

Tak hanya mengutus pegawai dari bagian hukum Pemkab, Emil juga berniat menemui langsung Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo.

“Kemungkinan dalam waktu dekat ini akan bertemu dengan Kapolres Trenggalek guna melaporkan kasus ini,” ujarnya.

Emil mengatakan, langkah hukum dia pilih sebagai upaya pembelajaran pada masyarakat.

Tujuannya, lanjut Emil, agar hal serupa tak terjadi mengingat tidak menutup kemungkinan ada pencatutan nama orang lain untuk hal tersebut.

“Jika nama saya yang notabenenya mudah diverifikasi dicatut orang, bukan tidak mungkin nama masyarakat yang lain di Trenggalek juga dicatut,” ujarnya.

Emil menambahkan, sebenarnya ketika kabar ini diketahui pada Jumat (12/10).

Kasus akun palsu mengatasnamakan Emil Elsetianto Dardak menjadi ramai, karena ada yang meminta klarifikasi di salah satu grub media sosial (medsos) yang pengikutnya banyak.

Seorang pengguna media sosial (medsos) mengunggah tangkapan layar percakapan “facebook messenger” pada sebuah grup.

Dalam tangkapan layar tersebut terlihat akun dengan nama Emil Elestianto, mengaku tengah melakukan penggalangan dana untuk yayasan anak yatim piatu dan panti asuhan.

Akun palsu itu kemudian menghubungi pengguna facebook lain melalui fitur percakapan inbox dan meminta bantuannya dengan mengirimkan uang ke rekening bendahara yayasan bersangkutan.

“Itu bukan akun saya, sehingga hal ini benar-benar suatu penyimpangan,” katanya. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Modernisasi di Sana Dimulai Dengan Pajak Untuk Pria Yang Berjenggot

Para pria dianjurkan tidak berjenggot. Bagi yang bersikeras tetap berjenggot, mereka dikenakan pajak, sesuai dengan status sosial dan profesi.. Lama saya terdiam mengenang tokoh yang begitu terobsesi membaratkan negaranya: Peter the Great. Soal jenggotpun, ia atur.

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

close