Kursi DPRD Ponorogo Diperkirakan Dikuasai Partai NasDem

PONOROGO, SERUJI.CO.ID – Pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 berlangsung dengan aman, lancar, dan tertib di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Tingkat partisipasi pemilih juga tinggi. memcapai 80 persen.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni mengapresiasi partisipasi masyarakat yang tinggi tersebut serta berjalan lancarnya Pemilu serentak yang kali pertama diselenggarakan di Indonesia.

“Alhamdulillah, Pemilu berjalan dengan lancar dan aman. Sebagai Bupati, saya ucapkan terima kasih pada warga Ponorogo yang turut serta mengawal jalannya pesta demokrasi. Tingkat partisipasi dalam Pemilu kali ini juga tinggi, mencapai sekitar 80%. Saya benar – benar memberikan apresiasi pada antusiasme warga,” ungkap Bupati Ipong di Ponoroga, Senin (22/4).

Ipong yang juga merupakan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPW NasDem Jawa Timur juga merasa puas dengan hasil yang dicapai Partai NasDem di Jawa Timur. Berdasarkan hitungan internal, NasDem diperkirakan meraih 12 kursi di DPRD Ponorogo.

“Hasil yang memuaskan, karena dulu Nasdem hanya punya 1 kursi di Ponorogo. Saya sebagai Ketua Bapilu DPW Nasdem Jatim, menyatakan terima kasih pada warga atas kepercayaan yang begitu besar pada partai Nasdem,” tujarnya.

Dengan Perolehan 12 Kursi, Partai NasDem Diproyeksi Dapat Ketua DPRD Ponorogo

Kantor DPRD Kabupaten Ponorogo. (Foto: Yanuar A/SERUJI)

Perolehan 12 kursi di DPRD Ponorogo merupakan sebuah rekor, belum pernah ada partai yang meraih kursi sebanyak itu di Ponorogo dalam Pemilu pasca-Reformasi. Kenaikan sebesar 1200 persen itu disebut Ipong sebagai hasil dari kerja keras.

“Kader Nasdem di Ponorogo tanpa henti terus melakukan sosialisasi dan konsolidasi, sehingga kesungguhan caleg yang diangkat NasDem mendapat tempat di hati warga,” tutur Ipong.

Dengan perkiraan perolehan 12 kursi dari total 45 kursi DPRD Ponorogo yang diperebutkan, Partai NasDem diproyeksi akan mendapatkan kursi Ketua DPRD Ponorogo.

Ipong mengaku, akan tetap menggandeng partai lain karena suara-suara partai lain juga merupakan suara warga Ponorogo.

“Jika perhitungan internal kami 12 kursi itu benar, maka posisi Ketua DPRP Ponorogo memang untuk Nasdem. Ke depannya, kita tetap akan menggandeng partai lain dalam koalisi, karena suara warga juga tertampung di partai lain. Kita harus akomodir suara warga,” pungkas Ipong.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER