Jokowi Menang Telak di Surabaya, Saksi Prabowo Tolak Tandatangan Atas Instruksi BPP 02

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Berdasarkan hasil rekapitulasi perhitungan suara dalam Pilpres 2019 yang digelar dalam rapat pleno KPU Kota Surabaya, Rabu (8/5) dini hari, pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf menang dengan telak atas pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga.

Jokowi-KH Ma’ruf unggul dengan mengumpulkan 1.124.966 suara atau 69,94 persen dari  total suara sah yang berjumlah 1.608.369 suara. Sementara, Prabowo-Sandiaga hanya berhasil meraup dukungan 483.403 suara, atau sebesar 30,06 persen.

Namun, saksi Prabowo-Sandiaga, Agus Fahruddin yang hadir dalam rapat pleno rekapitulasi yang digelar di Kantor KPU Kota Surabaya menolak menandatangan hasil rekapitulasi suara tersebut, atas instruksi Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandiaga.

Hasil rekapitulasi final KPU Kota Surabaya, Rabu (8/5/2019).

“Instruksinya tegas, kami dilarang BPP untuk menandatangani apapun hasil di KPU,” kata Agus usai rekapitulasi di Kantor KPU Surabaya, Rabu (8/5) dini hari.

Pria yang juga ketua Laskar Front Pembela Islam (FPI) Surabaya ini, menolak untuk menjelaskan apa yang jadi penyebab ia menolak menandatangani rekapitulasi yang ia hadiri sedari awal tersebut.

“Ada beberapa alasan, pada saatnya nanti akan kami sampaikan, (berupa) kecurangan, kita enggak bisa ungkapkan sekarang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPU Surabaya, Nur Syamsi tidak mempermasalahkan penolakan saksi dari paslon 02 untuk menandatangani hasil rekapitulasi suara.

“Sesuai ketentuan, saksi itu dapat menandatangani, dan jika tidak menandatangani pun, tidak menggugurkan hasil yang telah dilakukan sampai hari ini,” terang Syamsi.

Hasil rekapitulasi final KPU Kota Surabaya, Rabu (8/5/2019).

Ditegaskan oleh Syamsi, bahwa proses rekapitulasi yang dilakukan KPU Surabaya dilakukan dengan sangat terbuka, bahkan bisa disaksikan oleh pemantau Pemilu.

“Seluruh proses itu terbuka, terbuka buat semua masyarakat, bahkan tidak hanya saksi yang turut bisa menyaksikan, masyarakat juga bisa, pemantau juga, dan yang terpenting diawasi oleh pemantau,” ujarnya.

Karena keterbukaan yang dilakukan sejak dari awal itu, imbuh Syamsi, rangkaian Pemilu di Kota Surabaya tidak ditemukan hal yang berbau kecurangan.

“Tidak ada yang namanya kecurangan, karena hampir semua proses yang terjadi di PPK sebagian besar peserta pemilu sudah menandatangani hasil rekapitulasinya di tingkat kecamatan,” tukasnya.

Berikut Tabel Rekapitulasi Final KPU Kota Surabaya untuk Pilpres 2019

NoKecamatanJOKOWIPRABOWOTOTALJOKOWI (%)PRABOWO (%)
1Pakal22.1419.14431.28570,77%29,23%
2Bulak16.2727.16823.44069,42%30,58%
3Asemrowo13.5229.15022.67259,64%40,36%
4Gayungan15.9598.03223.99166,52%33,48%
5Jambangan18.5159.65528.17065,73%34,27%
6Benowo26.2319.46435.69573,49%26,51%
7Bubutan34.99617.85252.84866,22%33,78%
8Genteng23.8228.32632.14874,10%25,90%
9Gunung Anyar23.4069.83733.24370,41%29,59%
10Karangpilang27.91818.15646.07460,59%39,41%
11Dukuh Pakis26.8016.75833.55979,86%20,14%
12Tenggilis25.3888.19933.58775,59%24,41%
13Lakarsantri26.4507.19733.64778,61%21,39%
14Tambak Sari91.59629.662121.25875,54%24,46%
15Pabean23.08216.17439.25658,80%41,20%
16Rungkut46.80218.99565.79771,13%28,87%
17Wiyung30.27810.25840.53674,69%25,31%
18Simokerto33.81915.48749.30668,59%31,41%
19Tegalsari39.92712.90752.83475,57%24,43%
20Wonocolo31.01913.73244.75169,31%30,69%
21Wonokromo44.45112.98657.43777,39%22,61%
22Sukomanunggal57.53527.82785.36267,40%32,60%
23Krembangan40.75019.41260.16267,73%32,27%
24Sawahan83.10526.188109.29376,04%23,96%
25Sukolilo44.47117.12761.59872,20%27,80%
26Semampir46.26344.63590.89850,90%49,10%
27Sambikerep28.4268.46736.89377,05%22,95%
28Gubeng55.98521.74877.73372,02%27,98%
29Mulyorejo38.45612.11150.56776,05%23,95%
30Kenjeran52.73230.99083.72262,98%37,02%
31Tandes34.84815.75950.60768,86%31,14%
TOTAL1.124.966483.4031.608.36969,94%30,06%

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Saldo Rekening Anda Tiba-Tiba Berkurang/Bertambah? Begini Penjelasan Bank Mandiri

Sejak pagi tadi, Sabtu (20/7) beberapa nasabah Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengeluhkan saldo di rekeningnya tiba-tiba berubah. Ada yang saldonya berkurang bahkan jadi nol, ada juga yang tiba-tiba bertambah.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.