Agar Tak Ada Intervensi, Polda Jatim Ambil Alih Kasus Oknum Pilot Lion Aniaya Pegawai Hotel

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur mengambil alih kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum pilot Lion Air yang berinisial AG (29 tahun), terhadap seorang pegawai hotel di Kota Surabaya berinisial AR (28 tahun).

Kasus penganiayaan yang terjadi pada 30 April 2019 lalu tersebut, sebelumnya telah dilaporkan ke Polrestabes Surabaya pada 3 Mei 2019, dan telah mulai dilakukan penyelidikan awal.

“Kasus pemukulan (4 kali) yang dilakukan oleh oknum Pilot Lion Air itu sudah diambil alih Polda Jawa Timur,” ungkap Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera kepada wartawan di Mapolda Jatim, Surabaya, Selasa (7/5).

Alasan pengambilalihan tersebut, jelas Barung, karena kasus tersebut mendapat perhatian luas publik.

“Pertama menjadi perhatian publik. Kemudian yang kedua kita tidak ingin adanya intervensi yang terlalu besar pada kesatuan lain, tidak ada intervensi,” jelasnya.

Barung tidak menjelaskan, apakah ada intervensi yang dialami penyidik Polrestabes Surabaya saat menyidik kasus tersebut, termasuk dari pihak maskapai penerbangan Lion Air.

Sebagaimana diberikan sebelumnya, beredar luas di media sosial dan aplikasi kirim pesan sebuah rekaman CCTV yang memperlihatkan oknum pilot Lion Air, yang berinisial AG tengah menganiaya seorang pegawai hotel di Kota Surabaya.

AG yang tak puas dengan hasil setrikaan pegawai hotel tersebut, melayangkan tiga kali tamparan dan satu pukulan. Pegawai hotel yang kemudian diketahui berinisial AR tidak melawan, hanya diam saat tamparan dan pukulan mendarat ke muka dan tubuhnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

GOLPUT: Halal Versus Haram, dan Gerakan Ayo Memilih

Di tahun 2019, kita mencatat ikhtiar gerakan anti Golput yang unik di Indonesia. Promotornya Jeune and Raccord Communication. Tiga anak muda memulai gerakan ini: Monica JR, Riries Puri, Arie Prijono.

Refleksi Akhir Tahun Pendidikan

Persekolahan tidak pernah dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.

Kemcer Di Curug Cipeteuy