Dinkes Bantul Konsentrasikan Pendirian Pos Kesehatan di Tempat Wisata

BANTUL, SERUJI.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengkonsentrasikan pendirian Pos Pelayanan Kesehatan di tempat-tempat wisata daerah usai Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah.

“Setelah Idul Fitri mulai H+1 untuk pos kesehatan konsentrasinya di tempat-tempat wisata, ada empat pos kesehatan yang didirikan di tempat wisata,” kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Bantul, Agus Triwidiyantoro di Bantul, Rabu (5/6).

Menurutnya, Pos Pelayanan Kesehatan itu adalah pos di kawasan wisata Mangunan tepatnya di Balai Desa Mangunan untuk mengantisipasi kejadian tidak diinginkan berkaitan dengan kesehatan para pengunjung yang ada di wilayah perbukitan Mangunan Dlingo.

Kemudian ada pos kesehatan di Pantai Parangtritis yang rencananya akan didirikan di Joglo Kembar Parangtritis tepi pantai sehingga memudahkan pelayanan gawat darurat bagi pengunjung jika mengalami kecelakaan laut atau bahaya lainnya.

“Kemudian ada pos di Pantai Gua Cemara dan satu lagi pos di Pantai Baru Srandakan. Jadi itu nanti mulai H plus satu kita dirikan pos di sana, jadi pos sebelum Idul Fitri ada di jalan raya kemudian pasca hari raya di tempat wisata, jadi pos ini bervariasi,” katanya.

Ia juga mengatakan, ada satu pos kesehatan yang didirikan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Bantul yaitu di wilayah Madukismo Kasihan, dan pos ini baik sebelum atau setelah hari raya masih berdiri.

Ia menjelaskan, di setiap posko kesehatan, minimal ada tiga petugas siaga yang dibekali dengan perlengkapan dan alat kesehatan yang dibutuhkan untuk kasus-kasus gawat darurat dan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

Dia juga mengatakan, untuk pos kesehatan sebelum Lebaran yang didirikan di tepi jalan raya yang sering ditangani petugas selain kasus kecelakaan lalu lintas, juga masyarakat atau pemudik yang kelelahan mengendara.

“Jadi sambil istirahat mereka bisa kita tensi dan cek kondisi kesehatan. Kemudian di tempat wisata khususnya pantai kita waspadai selain kasus tenggelam juga kasus sengatan ubur-ubur,” katanya.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER