Atas Rekomendasi Bawaslu, Lima dari 13 TPS di Cianjur Gelar PSL

CIANJUR, SERUJI.CO.ID – Lima Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari 13 TPS di Desa Sukamanah, Kecamatan Mande, Cianjur, Jawa Barat, menggelar Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) berdasarkan rekomendasi Bawaslu Cianjur karena tertukarnya surat suara untuk pemilihan DPRD Kabupaten.

Komisioner Bawaslu Jabar, Lolly Suhenti di Cianjur, Sabtu (20/4), mengatakan dilakukannya PSL di lima TPS di Desa Sukamanah itu, karena terjadi permasalahan dalam ketersediaan logistik untuk pemilihan DPRD Kabupaten.

“Surat suara pemilihan DPRD Kabupaten yang seharusnya untuk daerah pemilihan 3 tertukar dengan daerah pemilihan lain, sehingga pemillihan pada 17 April tidak berjalan maksimal, sehingga perlu dilakukan PSL,” tuturnya.

Lolly menjelaskan permasalahan lain yang ditemukan pihaknya dalam pendistribusian logistik yang terpaksa dilakukan petugas KPPS bukan di antar petugas dari KPU Cianjur dengan pengawalan serta kekurangan logistik yang seharusnya sudah diperkirakan.

“Kami dari Bawaslu Jabar, sudah memprediksi kekurangan surat suara itu dan sudah menyampaikan ke KPU Jabar sejak 15 Februari, dengan potensi kekurangan sebanyak 200 ribu lebih surat suara,” ujarnya.

Jawaban dari KPU Jabar, tambah dia, pada awal Maret telah meneruskan adanya potensi kekurangan surat suara tersebut ke KPU RI.”Permasalahnya pengadaan logistik dan seluruh keputusan ada di KPU RI, sehingga KPU Jabar tidak dapat memberikan kepastian pada kami,” ucapnya.

Sebelumnya sudah terdeteksi adanya potensi kekurangan mengenai ketersedian logistik, namun penanganannya tidak cepat sehingga terjadi permasalah seperti yang terjadi di Cianjur.

“Harapan kami ke depan KPU Cianjur, dapat lebih cepat mendeteksi serta menindaklanjuti masukan yang kami berikan karena ini berkaitan dengan kepercayaan masyarakat pada pelaksana pemilu dalam hal ini KPU,” katanya.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Prabowo dan Ratu Adil

Orang-orang besar selalu hidup dengan gagasan besar. Dalam melihat kebesaran Prabowo, tentu saja kita bisa mengamati beberapa pikiran, sikap dan langkahnya beberapa waktu terakhir ini. Diantaranya adalah pertama, Anti Impor.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER