Kodam Cenderawasih Klarifikasi Isu Bom Fosfor di Nduga Papua

Kapendam XVII/Cenderawasih Kol Inf Muhammad Aidi dan Kapaldam XVII/Cenderawasih Kol Cpl Dwi Soemartono. (foto:Faisal N/SERUJI)

“Intinya, KKB ini kan tidak punya identitas dan kami tak melakukan penembakan kepada orang yang tak miliki senjata, walaupun kami tahu ada mereka juga dimasyarakat,” imbuhnya menegaskan.

Apa lagi menurut Aidi, jika ada warga yang tewas di lokasi dimana TNI diserang, maka bisa dikatakan ia bukan murni warga sipil.

Baca juga: Pegiat HAM: Masyarakat dan TNI-Polri Rayakan Natal Bersama di Nduga Papua

“TNI tak akan menembak warga, kami hadir untuk warga, lihat saat KLB Asmat, TNI maupun Polri ikut membantu, jadi isu-isu yang tidak benar kita jangan besar-besarkan lalu melupakan bahwa ada puluhan karyawan PT Istaka Karya yang dibantai KKB, juga masih ada 4 orang karyawan yang tak diketahui nasibnya, ini yang jadi fokus kita,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga berkesempatan mendemonstrasikan cara kerja granat asap di depan kantor Pendam XVII/Cenderawasih.

Sebelumnya, media di Australia, The Saturday Paper, memberitakan militer Indonesia menggunakan bom fosfor untuk mengejar Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada pertengahan Desember lalu.

Dalam berita The Saturday Paper berjudul Exclusive: Chemical weapons dropped on Papua yang terbit pada Sabtu (22/12), dilaporkan bukti militer Indonesia menggunakan bom fosfor tampak dari tubuh korban yang mengalami luka bakar di seluruh tubuhnya.(Faisal N/SU05)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER