dr. Pramudjo Abdulgani, Sp JP(K), FIHA

dr. Pramudjo Abdulgani, Sp JP(K), FIHA, dokter spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah (Konsultan) yang terlahir di Indramayu 21 Oktober 1951 ini, sudah mengabdikan ilmunya di dunia kedokteran lebih dari 40 tahun, bahkan masih aktif hingga sekarang.

Dokter yang mempunyai motto “Illahi Anta maqshuudii, wa ridhoka mathluubii, aatinii mahabbataka wa ma’rifataka” (ya Allah, Engkaulah puncak tujuanku, dan hanya ridhoMu yang kumohon, berilah aku kecintaan dan kenal kepadamu ) ini, selalu memegang nasehat ayahnya bahwa apabila berbuat baik ke orang lain janganlah berharap balasan, Allah yang akan membalas dari arah yang tak terduga. Dan nilai-nilai luhur tersebut beliau tanamkan juga ke anak-anaknya.

Pernah suatu malam jam 02.00 dini hari, saat masih menjadi dokter umum dan tinggal di daerah Ciputat, Tangerang, istri Dra Yusma Yetti ini digedor-gedor seorang anak muda yang minta tolong karena orang tuanya tidak sadarkan diri. Dia menghiba “Budi baik dokter akan saya ingat sepanjang hidupku”. Begitulah janji manis pemuda tersebut.

Kemudian berangkatlah dokter yang bersahaja ini dibonceng motor pemuda yang jarak rumahnya lumayan jauh. Setelah melakukan pemeriksaan disimpulkan bahwa bapak tersebut terdiagnosa hipoglikemi (kondisi gula darah pasien dibawah normal, merupakan kondisi gawat darurat dan butuh penanganan cepat, bila terlambat penanganan bisa menimbulkan kematian).

Kemudian dr. Pramudjo melakukan tindakan cepat dan tepat, dengan menyuntikkan dextrose 40% dua flacon sehingga bapak tersebut sadar. Padahal dalam batin beliau saat itu deg-degan khawatir pasien tersebut tiba-tiba meninggal. “coba kalau tiba-tiba meninggal, bagaimana nasib saya?” ucapnya dalam hati.

Setelah melihat kondisi pasien sudah membaik, dr. Pramudjo pamit. Namun pemuda yang berjanji akan terus mengenang sampai akhir hayatnya budi baik dokter yang telah menyelamatkan nyawa ayahnya tersebut malah berkata, “Pak dokter bisa pulang sendiri kan?”. Dijawab sama beliau ”Kenapa tidak? Saya masih bisa jalan kaki”. Akhirnya beliau jalan kaki sendiri dini hari jam 3 pagi tanpa ada yang menemani dengan jarak yang lumayan jauh. Sambil berjalan beliau terngiang-ngiang nasehat ayahnya.

Selain aktif di dunia kesehatan ayah dari 5 orang anak ini juga aktif mengajak teman-teman sejawatnya beraktifitas di bidang lain.

Saat ini dr. Pramudjo duduk sebagai pengawas Koperasi (Pers) Swamedia Mitra Bangsa, yaitu perusahan pers berbadan hukum koperasi pertama di Indonesia yang merupakan pemilik dari media SERUJI. Ia sangat aktif menyadarkan teman-teman sejawatnya untuk bergabung dengan koperasi tersebut.

Selain di Koperasi Swamedia, ia juga mempelopori pendirian Koperasi Serba Usaha (KSU) yang diberi nama Koperasi Syariah Dokter Riau Madani, yang banyak melibatkan teman-teman sejawatnya.

DATA PRIBADI
Nama : dr. Pramudjo Abdulgani, SpJP(K),FIHA
Istri : Dra. Yusma Yetti
Anak
1. Prayudi Abdulgani
2. Yuni Melani
3. Yogi Prawira
4. Yoga Pradipta R
5. Yessi Paramitha
Menantu
1. Poppy Lolyta
2. Nugroho Bakti Aryadi
3. Ferina Saat
Cucu : Syifa, Thariq, Athar, Tasya, Ariq

RIWAYAT PENDIDIKAN
SDN 1 Indramayu, Jabar
SMPN 1 Indramayu
SMAN 1 Cirebon
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) lulus tahun 1977
Program Pendidikaan Dokter Spesialis (PPDS) program study Kardiologi FK UI / RS Jantung Harapan Kita lulus tahun 1990
Fellow Interventional Cardiology FKUI/ RS Jantung Harapan Kita

RIWAYAT PEKERJAAN
Puskesmas Kresek, Tangerang
Kepala Puskesmas Ciputat, Tangerang
Kepala Seksi P3M Dinas Kesehatan Tangerang
RSUD Pekanbaru
RS PMC Pekanbaru (masih aktif)
RS Islam Ibnu Sina Pekanbaru (masih aktif)
Praktek di Apotek Asean 2 Pekanbaru (masih aktif)

dr. Pramudjo Abdulgani, Sp JP(K), FIHA, adalah anggota Koperasi (pers) Swamedia Mitra Bangsa dari Pengda GMKM Riau-Sumbar.

 

(dr. Endang S/Hrn)

10 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

Corpopreneur Yes! Entrepreneur No!

Kita tidak butuh lagi peningkatan jumlah atau persentase entrepreneur. Yang dibutuhkan adalah bagaimana membesarkan perusahaan-perusahaan gurem itu menjadi perusahaan perusahaan besar. Perusahaan-perusahaan prinsipal yang karyawannya puluhan ribu bahkan ratusan ribu orang.

5 Gili Paling Indah di Lombok Selain Gili Trawangan

Lombok enggak melulu soal Gili Trawangan karena ada gili-gili lainnya yang enggak kalah menarik untuk dikunjungi.

Orang Lebih Suka Cari Rumah Saat Sedang Bekerja

Berdasarkan traffic pengunjung portal properti Lamudi.co.id, ternyata waktu favorit masyarakat mencari rumah adalah saat di hari kerja, yakni pada hari Selasa hingga Kamis mulai pukul 10.00 pagi sampai 14.00 siang.

Nilai Nadiem Belum Layak Jadi Menteri, Driver Online: Lebih Baik Fokus Besarkan Gojek

Rahmat menilai, Nadiem belum layak menjadi menteri. Contoh skala kecil saja, dalam menjalankan bisnisnya di Gojek, Nadiem belum mampu mensejahterakan mitra nya, para driver online, baik yang roda dua maupun roda empat.

Tidak Larang Demo Saat Pelantikan, Jokowi: Dijamin Konstitusi

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang ingin dilakukan masyarakat, menjelang dan saat pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih Pilpres 2019, pada tanggal 20 Oktober mendatang.

La Nyalla: Kongres PSSI Merupakan Momentum Mengembalikan Kedaulatan Voters

"Dengan hak suaranya di kongres, voters lah yang akan menjadi penentu hitam putihnya sepakbola negeri ini. Sebab, voters-lah yang memilih 15 pejabat elit PSSI untuk periode 2019-2023. Yaitu Ketua Umum, 2 Wakil Ketua Umum, dan 12 Exco," kata La Nyalla

Rhenald Kasali: CEO Harus Bisa Bedakan Resesi dengan Disrupsi

Pakar disrupsi Indonesia, Prof Rhenald Kasali mengingatkan agar pelaku usaha dan BUMN bisa membedakan ancaman resesi dengan disrupsi. Terlebih saat sejumlah unicorn mulai diuji di pasar modal dan beralih dari angel investor ke publik.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Demokrasi di Minangkabau