Presiden Jokowi Akan Hadiri Muktamar IDI ke-30 di Samarinda

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi bertolak menuju Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, untuk menghadiri Muktamar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke-30.

Presiden Jokowi dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 beserta rombongan lepas landas melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis (25/10), pada pukul 08.00 WIB.

Kepala Negara dijadwalkan untuk hadir dalam Pembukaan Muktamar Ikatan Dokter Indonesia ke-30 dan Muktamar Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) ke-21.

Setibanya di Bandar Udara Internasional Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Presiden langsung meresmikan bandara yang baru disinggahinya tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga sekaligus meresmikan Bandara Maratua yang berada di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.

Siang harinya dua agenda telah menanti kehadiran Presiden dan Ibu Negara Iriana di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Salah satunya menghadiri sekaligus meresmikan Pembukaan Muktamar Ikatan Dokter Indonesia ke-30 dan Muktamar Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) ke-21.

Sebelum kembali ke Jakarta, Presiden dan Ibu Negara Iriana akan terlebih dahulu menyerahkan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat yang dipusatkan di salah satu stadion yang berada di Kota Samarinda.

Sore harinya, Presiden dan Ibu Negara Iriana beserta rombongan direncanakan akan langsung kembali ke Jakarta dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 melalui Bandar Udara Internasional APT Pranoto, Kota Samarinda.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam penerbangan menuju Kota Samarinda adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala BPN Sofyan Djalil, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Staf Khusus Presiden Adita Irawati, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengapa Riset di Indonesia ‘Mandul’? Belajar dari Thomas Edison-GE

Mengapa riset di perguruan tinggi kita mandul? Mengapa hanya menghasilkan dokumen  di rak-rak perpustakaan atau link internet yang hanya dibaca secara terpaksa oleh para mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi? Simak jawabannya di sini

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER