Isu PKI: Anda Usulkan “Move On”, Mereka Mau “Move In”

2
464
Asyari Usman.

Oleh: Asyari Usman

SERUJI.CO.ID – Lewat sejumlah tulisan, diskusi talk show televisi dan media lainnya, kita membaca sindiran dan usulan agar rakyat Indonesia semuanya meninggalkan isu PKI. Alias, “move on”. Tidak lagi membicarakannya. Sudah terlalu banyak menimbukan distorsi.

Para petinggi politik dan para pengamat berkomentar agar kita “move on” dari isu ini. Beranjaklah dari situ. Sebagaimana orang di belahan dunia lainnya sudah “move on” dari sejarah hitam mereka masing-masing.

Istilah “move on” menjadi cukup viral. Rata-rata menyambut baik tawaran untuk meninggalkan masalah kekejaman PKI di tahun 1965 itu. Tidak usah lagi dibuat-buat ganjalan yang tak perlu. Bukankah sekarang ini semua orang setuju untuk bersama-sama membangun Indonesia untuk semua?

Sayangnya, saudara setanah air yang berasal dari keluarga PKI tampaknya merasa “the game is not over yet”. Belum selesai. Belakangan ini mereka, entah terinspirasi oleh apa dan siapa, menunjukkan rasa tak puas terhadap sejarah kelam 1965.

Saudara-saudara setanah air itu (mohon jangan salah paham, menyangka saya bersaudara dengan PKI), malah seperti berusaha melancarkan kampanye untuk menimpakan pengkhianatan PKI 1965 kepada pihak penguasa zaman itu yang justru bertindak menyelamatkan bangsa dan negara dari kebrutalan PKI.

Di bawah prakarsa Bedjo Untung, ketua Yayasan Peniltian Korban Pembunuhan (YPKP) 1965, dan Ilham Aidit (anak pemimpin PKI, DN Aidit), para ahli-waris PKI melakukan manover yang bertujuan untuk, dalam istilah mereka, meluruskan sejarah 1965.

1
2
BAGIKAN
loading...

2 KOMENTAR

  1. Bener pak. Segala upaya pki lakukan utk return back. Waspada saudara..!!

    Btw, saya seneng baca tulisan pak Asyari. Mencerahkan dan mewakili isi hati dan pikiran saya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Danau Lawutung

Eksotis, Danau Lawutung Masih Menyimpan Mistis

SUMBA, SERUJI.CO.ID - Danau Lawutung yang terletak di desa Kadahang kecamatan Hahar, kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) salah satu danau yang berada...

KNPI NTT Minta Novanto Kooperatif Hadapai Proses Hukum

KUPANG, SERUJI.CO.ID - Kasus Korupsi KTP-el yang menimpa Ketua DPR RI yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto, jadi perhatian Dewan Pimpinan Daerah (DPD)...
Pembagian kartu e-tol

Dibuka Awal 2018, Tol Soker Hanya Layani Transaksi Non Tunai

SOLO, SERUJI.CO.ID - Tol Solo-Kertosono (Soker) mulai dioperasikan pada Januari 2018. Sistem pembayaran tol sepenuhnya akan dilakukan secara nontunai atau menggunakan kartu e-toll. Pembayaran dengan...

KANAL WARGA TERBARU

1

Suami yang Bertanggungjawab

Suami yang Bertanggungjawab Sore itu, saya sedang nemeni anak bermain sambil baca-baca SERUJI . Terdengar suara motor memasuki halaman rumah, sesaat kemudian  seorang bapak-bapak  bicara...
20171119_103818

Empat Cara Mengenali Seseorang dari Akun Sosial Media Miliknya

1. Cara penulisan kata2 2. Cara berkomunikasi dengan orang lain (bahasa) 3. Perilaku bersosmed. Apa aja yg diupload. Membaca eksistensi dan pengakuan yg diharapkan dan diperoleh. 4....
Posyandu

Masuk 10 Besar Kabupaten, Posyandu Dewi Asih Jalani Penilaian Lomba

KLATEN, SERUJI.CO.ID - Posyandu Dewi Asih, Desa Dukuh, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, pada Rabu (25/10), menjalani penilaian lomba Posyandu tingkat Kabupaten. Tim penilai bukan hanya...