Tidak Meminta, Pemerintah Akan Terima Bantuan Asing untuk Penanganan Gempa dengan Selektif

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pemerintah Indonesia tidak meminta bantuan internasional untuk penanganan gempa dan tsunami Sulawesi Tengah, tetapi akan menerima sesuai kebutuhan.

“Semalam Presiden menyampaikan kepada Menteri Luar Negeri, Indonesia menerima bantuan sesuai kebutuhan. Jadi bukan kita meminta, tetapi terbuka terhadap tawaran masyarakat internasional,” kata Sutopo dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (1/10).

Sutopo mengatakan penjelasan lebih rinci tentang bantuan internasional tersebut akan disampaikan Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan yang bertindak sebagai koordinator.

Namun, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto sudah memberikan arahan bahwa pemerintah Indonesia akan menerima bantuan secara selektif.

“Selektif dalam menerima bantuannya, selektif pula terhadap negara yang akan memberikan bantuan. Harus negara yang memiliki kapasitas untuk membantu sesuai yang dibutuhkan Indonesia,” jelasnya.

Sutopo mengatakan bantuan internasional yang akan diterima dibatasi pada alat angkut udara untuk landas pacu 2.000 meter, tenda pengungsi, pengolahan air, “generator set”, rumah sakit lapangan dan tenaga medis serta “fogging”.

“Meskipun tidak dibatasi ketat pada enam hal tersebut, bantuan lainnya harus betul-betul diperlukan dan dipastikan pengirimannya,” katanya.

Sutopo mengatakan belajar dari pengalaman menerima bantuan internasional sebelumnya, Indonesia harus selektif dalam menerima bantuan yang betul-betul sesuai dengan kebutuhan dan dari negara yang memang memiliki kapasitas.

“Saat tsunami Aceh dulu kita belum memiliki sistem, pengalaman dan peraturan sehingga banyak negara memberi bantuan yang masuk,” jelasnya.

Gempa bumi berkekuatan 7,7 Skala Richter yang telah dimutakhirkan oleh BMKG menjadi 7,4 Skala Richter mengguncang wilayah Palu dan Donggala pada Jumat (28/9) pukul 17.02 WIB. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER