Soal Pertemuan dengan Prabowo, Denny JA: Apa Masalahnya? LSI Memang Konsultan Politik

JAKARTA, SERUJI,CO.ID – Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Mulyadi mengungkap bahwa telah terjadi pertemuan antara Denny Januar Ali, pendiri LSI Denny JA, dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Pertemuan tersebut, diceritakan Mulyadi terjadi di kediaman Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat saat Pilkada DKI Jakarta tahun 2017.

Menanggapi hal yang diungkap Mulyadi ke media tersebut tersebut, Denny JA tidak merasa ada hal yang janggal terkait pertemuan dirinya dengan Prabowo.

Menurut Denny JA, pertemuan dengan Prabowo itu adalah hal yang biasa saja bagi dirinya dan lembaga yang ia pimpin.

“Apa masalahnya? LSI Denny JA itu memang lembaga survei dan konsultan politik yang terbuka untuk semua partai. Ini kan sudah menjadi pengetahuan umum,” kata Denny JA saat dikonfirmasi SERUJI, Selasa (23/4) malam.

Terkait penawarannya ke Prabowo untuk memenangkan Anies-Sandi saat Pilkada DKI 2017 saat pertemuan tersebut, ditegaskan Denny, juga hal yang lumrah, dimana pihaknya memang terbuka bekerja sama dengan semua partai.

“LSI Denny JA memang terbuka, tak hanya bagi Gerindra tapi juga semua partai, sejauh sesuai dengan kesepakatan,” tegasnya.

Diungkapkan Denny, bahwa lembaga yang ia pimpin telah bekerjasama dengan berbagai calon kepala daerah dan partai politik, termasuk dengan Partai Gerindra dalam memenangkan Pilkada di berbagai daerah di Indonesia.

“Total sebanyak 33 gubernur plus 85 Bupati dan Wali Kota yang pernah LSI Denny JA ikut memenangkannya. Berasal dari aneka partai, mulai dari Golkar, PDIP, Gerindra, Demokrat, PKB, PAN, PPP bahkan PKS,” ungkap Denny.

Bahkan, imbuh Denny, lembaga yang ia pimpin telah terlibat dalam 4 kali pemilihan Presiden (Pilpres) yang berlangsung di Indonesia.

“Semua Pilpres yang kami terlibat, kami menangkan. Capresnya pun berasal dari partai yang beragam,” tukasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.