Sebulan Pasca Banjir: Warga Aceh Masih Berjuang di Reruntuhan, Bantuan Tak Kunjung Datang

🚨 Ancaman Bencana Susulan

Yang lebih mengkhawatirkan, musim hujan belum berakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem untuk wilayah Sumatera hingga akhir Februari 2026.

Tanah di banyak wilayah masih dalam kondisi tidak stabil. Longsor susulan sangat mungkin terjadi jika hujan lebat kembali mengguyur. Namun, evakuasi preventif sulit dilakukan karena banyak warga tidak memiliki tempat tujuan yang aman.

💬 Suara dari Lapangan

Dedi Kurniawan, 36 tahun, warga desa Pasir Langu yang menyaksikan longsor pada Januari lalu, mengatakan ini adalah pengalaman paling traumatis dalam hidupnya.

“Saya tinggal di sini sejak lahir. Kadang memang ada banjir kecil dari sungai terdekat, tapi kali ini beda. Longsoran datang dari hutan. Suara gemuruh seperti pesawat jatuh. Kami berlari tanpa tahu ke mana,” kenangnya dengan mata berkaca-kaca.

Dedi kini tinggal di tenda darurat bersama 15 anggota keluarga besarnya. Mereka kehilangan rumah, sawah, dan seluruh sumber penghasilan.

🙏 Harapan di Tengah Puing

Meski kondisi sangat berat, warga Aceh tidak menyerah. Mereka bergotong-royong membersihkan puing, berbagi makanan, dan saling menguatkan. Namun, mereka butuh lebih dari sekadar semangat. Mereka butuh tindakan nyata dari pemerintah.

Beberapa tuntutan yang disuarakan warga antara lain:

  • Percepatan pembangunan hunian sementara yang layak dan aman
  • Bantuan tunai langsung untuk memulai usaha kembali
  • Relokasi permanen ke wilayah yang bebas dari risiko bencana
  • Rehabilitasi lingkungan dengan penghijauan dan penghentian deforestasi
  • Sistem peringatan dini yang lebih baik untuk bencana di masa depan

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER