Sebulan Pasca Banjir: Warga Aceh Masih Berjuang di Reruntuhan, Bantuan Tak Kunjung Datang

ACEH TAMIANG, SERUJI.CO.ID – Lebih dari sebulan berlalu sejak bencana banjir bandang dan longsor menghantam Aceh pada awal Januari 2026, namun ribuan warga masih terjebak dalam penderitaan. Mereka tinggal di antara reruntuhan, tanpa rumah, tanpa harapan yang jelas, dan yang paling menyakitkan—mereka merasa dilupakan.

🏚️ Desa-Desa yang Hampir Musnah

Di Aceh Tamiang, pemandangan yang terlihat benar-benar memilukan. Beberapa desa hampir sepenuhnya terhapus dari peta. Rumah-rumah roboh, jalan tertutup lumpur setebal meter, dan reruntuhan berserakan di mana-mana. Warga yang rumahnya masih berdiri pun tidak lebih beruntung—mereka harus berjuang membersihkan lumpur dan puing yang menumpuk hingga setinggi pinggang.

“Kami sudah berusaha membersihkan toko sejak air surut. Tapi 95% barang dagangan kami hancur total. Semuanya harus dibuang,” kata Juliette, seorang pemilik toko di Aceh Tamiang, dengan suara bergetar.

Banjir dan longsor yang dimulai pada akhir Januari ini tercatat sebagai bencana paling mematikan di Indonesia sejak gempa dan tsunami Sulawesi 2018. Data resmi menyebutkan hampir 40.000 rumah hancur di Aceh saja, belum termasuk kerusakan di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

😢 “Kami Merasa Mulai dari Nol Lagi”

Bagi warga di Kota Lintang Bawah, Aceh Tamiang, rasa frustrasi mencapai puncaknya. Mereka mengaku sebagian besar penduduk desa bahkan belum menerima tenda darurat dari lembaga pemerintah. Padahal, cuaca ekstrem masih terus terjadi dan banyak anak-anak mulai jatuh sakit.

“Anak-anak kami batuk-batuk parah sejak banjir. Mereka tidur di tanah yang masih basah. Kami butuh tenda, tapi sampai sekarang tidak ada yang datang,” ujar seorang ibu yang enggan disebutkan namanya.

Banyak orang tua melaporkan anak-anak mereka mengalami batuk parah dan demam berkepanjangan akibat kondisi lingkungan yang tidak sehat. Air bersih sulit didapat, sanitasi hancur, dan risiko penyebaran penyakit menular sangat tinggi.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER