SBY Diserang Artikel Fitnah, Demokrat Unggah Foto Kedekatan Pendiri Asia Sentinel dengan Istana

5
332
  • 51
    Shares
Co-Founder Asia Sentinel, Lin Neumann (belakang, 3 dari kiri) berfoto bersama Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. (foto:twitter Rachland Nashidik)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Rachland Nashidik mengunggah dua buah foto di akun twitter miliknya @RachlandNashidik, terkait kedekatan pendiri Asia Sentinel dengan kalangan istana.

Dalam postingan pertama, Rachland mengunggah foto yang memperlihatkan salah satu pendiri Asia Sentinel, Lin Neumann berfoto bersama dengan Kepala Staf Kepresidenan Jendral (purn) Moeldoko dengan beberapa orang lainnya.

“Lin Neumann — berkacamata, ketiga di belakang — adalah Co-Founder Asia Sentinel, Blog berbasis di Hongkong yang menyebar kabar bohong tentang SBY dan Partai Demokrat. Di foto ini Tuan Neumann berfoto dengan @GeneralMoeldoko,” tulis Rachland, Selasa (18/9) pagi.

Baca juga: Setelah Heboh dan Sempat Hilang, Kini Artikel Asia Sentinel Berganti Judul

Atas foto itu, Rachland mempertanyakan apakah ada keterlibatan Istana dalam artikel di Asia Sentinel itu.

“Apakah Istana terlibat dalam fitnah pada SBY?” tulisnya.

Sementara dalam postingan kedua, Rachland mengunggah foto Lin Neumann saat bersama Presiden Jokowi.

“Kita yakin, foto ini tak bicara lain kecuali Lin Neumann, Ketua AmCham, beraudiensi dengan Presiden. Pertanyaan kita: Apa kepentingan tersembunyi organisasi dagang AS itu bila dikaitkan dengan Tuan Neumann yang medianya aktif memfitnah kubu rival Pak @jokowi jelang Pilpres?” ujar Rachland.

Baca juga: Sebut SBY Terlibat Pencucian Uang, Demokrat Akan Gugat Asia Sentinel

Sebelumnya diberitakan, Asia Sentinel sebuah media yang menyebut diri mereka sebagai portal investigasi yang berpusat di Hongkong, menurunkan artikel berjudul “Indonesia’s SBY Governmant: Vast Criminal Conspiracy”. Artikel itu menulis keterlibatan Presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono dalam kasus Bank Century.

Akibat artikel yang dinilai berisi fitnah dan kebohongan tersebut, Partai Demokrat mempertimbangkan untuk melakukan tindakan hukum. Saat ini media yang didirikan John Berthelsen tersebut telah resmi dilaporkan Demokrat ke Dewan Pers Indonesia. (ARif R)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
BACA JUGA

5 KOMENTAR

  1. Terpenting itu tuntut penyebar,
    Terbukti benar apa hoax,
    Kalau hoax kan bisa dituntut secara hukum,
    Kalau artikel tersebut memang benar juga harus ada pertanggung jawaban.
    Sebetulnya tidak repot kalau memang ingin mengusut,
    Kecuali hanya gertak sambal untuk menutupi malu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU