Bersama Prabowo-Sandi Wujudkan Pengelolaan Hutan Berbasis Keseimbangan Alam

Oleh: Ir. Lendo Novo, aktifis ITB 80an, pendiri Sekolah Alam

SERUJI.CO.ID – Hutan hujan merupakan kunci dari perubahan iklim di dunia. Luas hutan hujan hanya 2% dari total luas daratan yang terbentang di Kongo, Indonesia dan Amazon.

Kondisi ketiga wilayah hutan hujan tersebut saat ini cukup parah, sehingga diduga sebagai penyebab terjadinya perubahan iklim dan meningkatnya jumlah bencana berkali lipat.

Banyak negara di dunia berharap hutan hujan tersebut diperbaiki hingga mampu menstabilkan iklim dunia. Di sisi lain warga secara terpaksa terus menerus merusak hutan karena kebutuhan hidupnya.

Menjaga keseimbangan alam adalah solusi terbaik bagi pembangunan yang berkelanjutan. Memenuhi kebutuhan manusia, binatang dan tanaman secara seimbang merupakan solusi terbaik bagi pembangunan yang bertanggung jawab terhadap upaya menjaga keseimbangan alam.

Hutan hujan merupakan penyumbang oksigen terbesar di dunia, memasok obat-obatan dan tempat hidup berbagi jenis binatang dan tumbuhan. Melestarikan hutan hujan sebagai sumber obat-obatan dunia dapat memberi nafkah bagi warga pinggir hutan, sedangkan budidaya hutan produksi diperuntukkan bagi pengembangan ekonomi berbasis produksi kayu. Pembagian hutan untuk pelestarian dan produksi harus memenuhi upaya menjaga keseimbangan alam.

Pemerintah bekerjasama dengan industri jamu, madu dan minyak atsiri Nasional fokus mengembangkan riset-riset untuk menghasilkan jamu, madu dan minyak atsiri (gaharu, cendana, kemenyan, kenanga) dengan kualitas terbaik di dunia. Sedangkan untuk hutan produksi, pemerintah dapat menugaskan BUMN kehutanan mengelola 20jtha hutan dengan model inti-plasma. Setiap kelompok masyarakat dapat mengelola 100ha hutan produksi dengan pendampingan terbaik dari BUMN kehutanan, agar produktvitasnya tinggi.

Melalui pengelolaan hutan yang mengutamakan upaya menjaga keseimbangan alam, kita dapat menghidupi puluhan juta warga miskin sekitar hutan dan menghadirkan kesejahteraan yang diharapkan.

Memberi oksigen dan menyerap karbon secara gratis bagi warga dunia merupakan amalan bangsa untuk menjadi bangsa yang Rahmatan lil Alamin. Bangsa ini tidak memerlukan carbon trading, karena sejak negeri ini tegak kita selalu memberi rahmat kepada semesta Alam.

Bersama Prabowo-Sandi Kita wujudkan pengelolaan hutan yang berbasis upaya menjaga keseimbangan alam.

Salam hangat, Lendo Novo Sobatalam

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Katakanlah dengan Meme: Genre Baru Komunikasi Politik

Meme politik, bagaimana pengaruhnya dalam perpolitikan terkini

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER