Sabrang Noe Letto: Banyak Orang Ingin Sembuhkan Indonesia

SURABAYA – Kondisi bangsa Indonesia yang carut marut. Saling kepercayaan yang terus menipis antar kelompok, menurut Sabrang Noe “Letto”, seorang cendekiawan muda asal Yogyakarta, menjadikan banyak orang banyak pihak ingin menyembuhkan.

“Indonesia sebenarnya sudah sangat rusak sehingga semua orang ingin menyembuhkan Indonesia, akan tetapi jangan sampai niat baik untuk menyembuhkan itu membuat Indonesia menjadi terpecah pecah,” tegas Sabrang Noe “Letto”  dalam acara Bangbangwetan Minggu (12/2) malam di Pendopo Cak Durasim, Surabaya dengan judul tema “Konjungsi Rantas” .

Persoalannya, hampir 99,9 persen orang sibuk menambal kapal, namun tidak ada seorangpun yang berpikir untuk membuat kapal baru. Gagasan baru dan pembenahan total atas kerusakan itu.

Dengan bahasanya yang khas Sabrang yang dulu dikenal sebagai penyanyi band Letto, dan kini aktif berceramah dan dialog di kampus-kampus dan cendekiawan muda muslim ini,  juga mulai membuka dialog dengan jamaah Bangbangwetan dengan menegaskan bahwa efek adanya teknologi, adalah terpotongnya proses, semua serba cepat dan akhirnya tidak dapat menyediakan waktu untuk mengendap.

“Dengan adanya rentang antara pengetahuan dan kesadaran, jika kita mempunyai teori  harus dibuktikan menjadi hipotesis, supaya bisa menjadikannya menjadi sebuah kesadaran. Jika kita tidak menyetujui hipotesis orang lain maka kita harus membuat hipotesis baru kemudian melaksanakanya dan mempertahankannya,” tambah Sabrang, lulusan kampus Kanada ini.

Bahkan Sabrang menegaskan,  kemajuan teknologi terkadang membuat waktu kita terasa semakin singkat, sehingga tidak sempat melihat akar dari setiap permasalahan.

Foto : Hari/Seruji

1 KOMENTAR

Comments are closed.

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.