Mendamba Kabinet Berkinerja

Oleh: Nico Andrianto, Alumnus Program Master of Policy and Governance, Crawford School of Public Policy, The Australian National University, Australia.

SERUJI.CO.ID – Suhu politik menghangat dengan hiruk-pikuk proses pembentukan koalisi Pilpres 2019. Sepuluh hari menjelang dimulainya pendaftaran membuat kubu petahana maupun oposisi saling lirik beradu strategi. Sambil menunggu keputusan MK tentang syarat jabatan Wapres, pertarungan ulang antara Jokowi dan Prabowo hampir pasti terjadi. Partai-partai saling melobi, menyodorkan ketuanya, putra mahkota, atau bahkan sederetan nama untuk mengisi posisi Cawapes. Rakyat terus disuguhi pertunjukan politik kelompok hastag #DuaPeriode melawan kubu #GantiPresiden ini.

Perdebatan masih tentang siapa Cawapres dengan pertimbangan akseptabilitas mitra koalisi, ungkitan elektabilitas, atau coattail effect yang diharapkan. Sementara pertemuan Istana Bogor menyerahkan pilihan Cawapres kepada Jokowi, hasil pertemuan Mega Kuningan kubu oposisi menyatakan tiga hal; pelaksanaan pemilu yang jurdil dan damai, keprihatinan terkait kondisi ekonomi dan kesejahteraan rakyat, serta rencana pembentukan koalisi yang lebih substantif. Namun demikian, agaknya pembahasan belum menyentuh platform pemerintahan apalagi format kabinet yang mereka perjuangkan.

Format kabinet berkinerja

Dalam konteks kinerja, maka pencapaian keefektifan kabinet perlu dirumuskan sejak awal, dengan tetap memperhatikan keefisienan ataupun keekonomisan. Di negara maju seperti Australia, judul beberapa kementerian menggambarkan kinerja yang ingin dicapai. Di sana pernah terdapat Ministry for Climate Change and Energy Efficiency, Ministry for Innovation, Industry, and Research, ataupun Ministry for Broadband, Communication and Digital Economy. Ministry of Foreign Affair and Trade menunjukkan strategi ekspor yang embedded pada program-program diplomasi, sebuah upaya untuk mencapai keefektifan sekaligus keefisienan dan mungkin keekonomisan.

Pembentukan formasi kabinet seharusnya mencerminkan visi, misi dan tujuan yang ingin dicapai. Petahana telah mewujudkan Kementerian Koordinasi Kemaritiman yang diantara programnya adalah pembangunan infrastruktur, Tol Laut, ataupun penenggelaman kapal-kapal nelayan ilegal asing. Telah lahir pula Kementerian Desa. Lahirnya Kemenristekdikti dengan menggabungkan Kementerian Ristek dan Dirjen Dikti ingin memastikan sinergi antara riset dan dunia Perguruan Tinggi. Petahana berupaya merenegosiasi kontrak-kontrak pertambangan agar lebih menguntungkan negara serta mendorong pengembangan energi terbarukan. Maka tagline melanjutkan pembangunan infrastruktur, program dana desa, dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi menjadi beberapa “jualan utama” kubu petahana.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bersama Prabowo-Sandi Wujudkan Pengelolaan Hutan Berbasis Keseimbangan Alam

Hutan hujan merupakan kunci dari perubahan iklim di dunia. Luas hutan hujan hanya 2% dari total luas daratan yang terbentang di Kongo, Indonesia dan Amazon. Kondisi ketiga wilayah hutan hujan tersebut saat ini cukup parah, sehingga diduga sebagai penyebab terjadinya perubahan iklim dan meningkatnya jumlah bencana berkali lipat.

Dahnil Anzar: Gerindra Juga Siap Jadi Mitra Koalisi Presiden Jokowi

“Jadi, sampai detik ini Pak Jokowi dan pihak Pak Jokowi belum bilang mau memberikan sekian banyak menteri ke Pak Prabowo dan Gerindra, itu belum ada,” tukas Dahnil.

Nilai Negara Darurat Radikalisme, NU Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Terorisme

KH Said menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah dengan radikalisme dan terorisme yang terjadi di Tanah Air sekarang ini.

Wanita Penyebar Video “Penggal Kepala Jokowi” Akan Divonis Siang Ini

Ina didakwa menyebarkan video yang kemudian viral berisi konten seorang pria berinisial HS mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi.

Tidak Hanya Bukan Penentu Ketum IKA ITS Terpilih, Hasil OMOV Juga Berpeluang Dianulir Senat

Namun, menurut Cak Tatok, nama-nama calon Ketum yang terpilih di OMOV masih berpeluang dianulir oleh Senat IKA ITS karena pertimbangan PDLT (Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela).

Inilah Bakal Calon Ketum IKA ITS Yang Akan Dipilih dengan Sistem OMOV

Namun, ada yang berbeda pada OMOV IKA ITS yang akan melibatkan seluruh alumni ini, dimana hasil OMOV bukanlah sebagai penentu Ketum terpilih, tapi hanya sebagai proses penjaringan calon Ketum yang kemudian akan dipilih di Kongres.

Video Detik-Detik Wiranto Diserang dan Ditusuk Orang Tak Dikenal

Mantan Panglima TNI tersebut, mengalami dua luka tusuk di bagian perutnya, dan langsung mendapat perawatan di RSUD Berkah Pandeglang untuk kemudian dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tidak Hanya Bukan Penentu Ketum IKA ITS Terpilih, Hasil OMOV Juga Berpeluang Dianulir Senat

Namun, menurut Cak Tatok, nama-nama calon Ketum yang terpilih di OMOV masih berpeluang dianulir oleh Senat IKA ITS karena pertimbangan PDLT (Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela).

Inilah Bakal Calon Ketum IKA ITS Yang Akan Dipilih dengan Sistem OMOV

Namun, ada yang berbeda pada OMOV IKA ITS yang akan melibatkan seluruh alumni ini, dimana hasil OMOV bukanlah sebagai penentu Ketum terpilih, tapi hanya sebagai proses penjaringan calon Ketum yang kemudian akan dipilih di Kongres.