Harga Tiket Pesawat Melambung, Pengusaha Wisata di Wakatobi Terancam Bangkrut

KENDARI, SERUJI.CO.ID – Arus wisatawan domestik ke Wakatobi yang biasanya ramai menjelang akhir pekan, sejak awal Januari hingga kini terus anjlok. Sepi.

Sejumlah pengelola hotel, homestay dan restoran siap saji di Wangi wangi dan beberapa tempat lain di Wakatobi mengaku cemas. Dampak pemberlakuan bagasi berbayar dan melambungnya harga tiket membuat Wakatobi tidak saja sepi dikunjungi wisatawan lokal, tetapi juga berpeluang membuat bangkrut usaha kuliner dan homestay di kawasan wisata Wakatobi.

Haji Sardin salah seorang pengusaha hotel di Wangi wangi kepada SERUJI, Jumat (25/1) siang di Kendari mengatakan, awal pekan lalu seluruh kamar hotelnya sudah diboking sebuah perusahaan garmen asal Jakarta, tapi kemudian pesanan kamar dibatalkan gara-gara harga tiket naik tinggi, sementara bagasi kini berbayar perkilo Rp56 ribu.

“Akibat itu kami rugi besar,” ujar Haji Sardin seraya menambahkan, kawan kawannya sesama pengusaha hotel juga punya keluhan serupa.

“Sekarang kami ada di Kendari, bersepuluh orang pengusaha bidang kepariwisataan. Kami ingin mengadu ke pengurus Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) cabang Sultra. Kondisi ini bisa mematikan usaha kepariwisataan. Mudah mudahan GIPI bisa bantu, agar harga tiket kembali normal,” jelas Haji Sardin.

Ketua GIPI Sultra, Ir Hugua berjanji akan menjembatani keluhan tersebut ke GIPI Pusat, Menteri Pariwisata dan Menteri Perhubungan.

Harga tiket pesawat sekarang, kata Hugua, memang melambung tinggi, termasuk harga tiket ke Wakatobi. Bagasi penumpang pesawat pun sekarang berbayar sehingga penumpang takut beli oleh-oleh.

Bila kondisi itu bertahan terus, Hugua khawatir kepariwisataan di Sultra akan semakin sepi. Untuk itu Hugua menilai evaluasi perlu segera dilakukan mulai tingkat kementerian.

“Kalau hal ini dibiarkan, lambat tapi pasti, kepariwisataan yang selama ini dibanggakan sebagai penghasil utama devisa, akan ditinggalkan wisatawan, khususnya wisatawan domestik,” kata Hugua yang juga mantan Bupati Wakatobi ini. (AH/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER