Konsultasi Manajemen Mengapa Riset di Indonesia 'Mandul'? Belajar dari Thomas Edison-GE

RUANG MANAJEMEN

Mengapa Riset di Indonesia ‘Mandul’? Belajar dari Thomas Edison-GE

Riset Harus Dilakukan dengan Cost of Capital Yang Rendah

Penjelasan ketiga, bahwa riset itu adalah investasi jangka panjang dan demikian tidak bisa dilakukan kecuali dengan cost of capital yang rendah. Ini juga yang tidak dipahami oleh para pelajar kita.

Saat saya mengikuti mata kuliah Ekonomi Teknik di jurusan teknik mesin ITS misalnya, analisis cash flow selalu didasarkan pada cost of capital berupa bunga bank yang rate-nya tinggi (sekitar 12%) plus kewajiban mengembalikan pokok dalam jangka pendek (maksimum 5-10 tahun alias pengembalian pokok sebesar 10-20% per tahun). Tidak ada riset yang memenuhi kelayakan dengan cost of capital 22-32% per tahun seperti ini.

Itulah mengapa yang mampu melakukan riset adalah perusahaan-perusahaan terkorporatisasi. Hanya cara ini yang memungkinkan perusahaan melakukan riset dengan syarat kelayakan cost of capital sekitar 1-3% per tahun. Angka itu adalah dividen yang dituntut investor perusahaan-perusahaan terkorporatisaasi.

Sebagai gambaran, L’oreal adalah salah satu contoh perusahaan yang sangat produktif dalam riset. Pada tahun 2017 perusahaan kosmetik terbesar dunia ini mendaftarkan 498 hak paten alias rata-rata 2 paten setiap hari kerja. Prestasi riset ini sudah merupakan tradisi tahunan L’oreal.


Ini bisa dilakukan karena cost of capital (secara cash flow) bagi L’oreal adalah 1,55% per tahun. Artinya, sebuah riset akan disebut layak jika hasilnya kemudian bisa dijual di pasar berbagai negara dan mendatangkan hasil lebih dari 1,55% per tahun. Sesuatu yang tidak mungkin dilakukan oleh perusahaan-perusahaan di negeri ini yang mindsetnya raja utang sehingga harus membayar cost of capital secara cash flow sebesar 22-32% per tahun seperti penjelasan di atas. Tidak juga bisa dilakukan oleh negara secara leluasa karena sumber dana negara juga utang. Setali tiga uang dengan perusahaan-perusahaannya.

Iman Supriyonohttps://seruji.co.id/profile/iman-supriyono
Senior Consultant at SNF Consulting. Untuk konsultasi silahkan isi form di sini atau Chat Via WA

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

[sharethis-reaction-buttons]

Block title

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Mengapa Riset di Indonesia ‘Mandul’? Belajar dari Thomas Edison-GE

Mengapa riset di perguruan tinggi kita mandul? Mengapa hanya menghasilkan dokumen  di rak-rak perpustakaan atau link internet yang hanya dibaca secara terpaksa oleh para mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi? Simak jawabannya di sini

Konsultasi Manajemen Bersama SNF Consulting

Anda dapat konsultasikan masalah terkait menajemen dan pengelolaan perusahaan kepada SNF Consulting dengan mengisi form di bawah dengan lengkap.

Zero Black Out, Mampukah PLN?

Black out tidak disebut secara eksplisit. Hanya menjadi bagian jabaran risiko produksi/operasi yaitu kerusakan peralatan. Inilah  masalah pokoknya. Sesuatu yang berakibat fatal tidak diidentifikasi secara cukup dalam dokumen rencana stratejik jangka panjang PLN.

BUMN, Pseudo CEO, dan Efek Negatifnya

vonis hakim menunjukkan bahwa sejatinya Karen bukan direktur sesungguhnya. Bukan direktur utama yang sesungguhnya. Bukan CEO. Karen hanyalah seorang direktur semu. Seorang direktur-direkturan.

SNF CONSULTING

Senior Consultant at SNF Consulting. Untuk konsultasi silahkan isi form di sini atau Chat Via WA

SNF TERPOPULER

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

PT Semen Indonesia: Jebloknya Arus Kas Pasca Akuisisi Super Mahal Holcim

Akuisisi mestinya adalah sesuatu yang positif. Tetapi laporan keuangan terbaru SI berkata lain. Akuisisi justru menurunkan kinerja. Mengapa?

Konsultasi Manajemen Bersama SNF Consulting

Anda dapat konsultasikan masalah terkait menajemen dan pengelolaan perusahaan kepada SNF Consulting dengan mengisi form di bawah dengan lengkap.

Zero Black Out, Mampukah PLN?

Black out tidak disebut secara eksplisit. Hanya menjadi bagian jabaran risiko produksi/operasi yaitu kerusakan peralatan. Inilah  masalah pokoknya. Sesuatu yang berakibat fatal tidak diidentifikasi secara cukup dalam dokumen rencana stratejik jangka panjang PLN.

Corpopreneur Yes! Entrepreneur No!

Kita tidak butuh lagi peningkatan jumlah atau persentase entrepreneur. Yang dibutuhkan adalah bagaimana membesarkan perusahaan-perusahaan gurem itu menjadi perusahaan perusahaan besar. Perusahaan-perusahaan prinsipal yang karyawannya puluhan ribu bahkan ratusan ribu orang.