SBY Puji-Puji Jokowi: Apa Yang Kau Cari Tuan?

Oleh: Dr. Syahganda Nainggolan, Jurkamnas Prabowo-Sandiaga Uno


SERUJI.CO.ID – Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah Juru Kampanye Nasional (Jurkamnas) Prabowo-Sandiaga Uno yang senangnya memuji-muji kehebatan Jokowi. Ada apa? Untuk apa jadi Jurkamnas Prabowo-Sandiaga?

Dia puji kesuksesan Asian Games. Ok. Kritiknya di mana? Apa SBY tidak membayangkan penggelontoran dana APBN triliunan ke acara tersebut, demi, sebagiannya, popularitas Jokowi? “Motor terbang” dengan “stuntman“?

Bagaimana soal transparansi dana tersebut? Apa ada tender? Apa benar-benar sukses kalau pendapatan emas porsi olahraga lokal, seperti silat, dominan?

Lalu SBY memuji langkah cepat Jokowi di Palu-Donggala? Benarkah? Apakah SBY tidak merasa berdosa dengan korban jiwa yang hampir seribuan? Kenapa SBY tidak mempersoalkan tidak adanya alat Buoy pendeteksi Tsunami? Hilang dan rusaknya ribuan Buoy kita? Padahal kita katanya fokus maritim?

Kenapa SBY tidak mempertajam pertanyaan BNBP; kenapa BMKG mencabut peringatan Tsunami terlalu cepat? Kenapa SBY tidak memperkuat pertanyaan BMKG ke Badan Informasi Geography (BIG) soal tidak adanya “tides Gauge” di Palu, adanya di Mamuju?

Kenapa SBY tidak mempertanyakan langkah Mendagri meminta Bupati Palu dan Donggala buat surat situasi darurat, agar ditetapkan organisasi tanggap darurat? Apakah kurang darurat situasi di sana tanpa surat itu? Bukankah pimpinan daerah sudah ikut ngungsi? Kantornya hancur?

Kenapa pemerintah bilang tidak ada penjarahan? Apakah mata rakyat sudah juling semua ketika melihat orang-orang yang menjarah makanan dan TV? Bagaimana bantuan logistiknya? Bagaimana keamanan warga?

Kenapa SBY memuji-muji Jokowi, melulu?

Pantaskan Jurkamnas yang paling dihormati diantara para Jurkamnas Prabowo kerjanya cuma muji-muji Jokowi?

Pujian penting, namun pujian dengan kritik tentu lebih elegan.

Lalu, apa yang dikau cari sebenarnya tuan SBY? 

(Hrn)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Fahira ke Haters Anies: Jangan Sering Gol Bunuh Diri Nanti Kehabisan Energi

Bedakan wilayah Bekasi, Tangerang dan DKI saja tidak mampu. Siapa pengelola Kawasan GBK dan Jembatan Utan Kemayoran saja tidak paham. Bagaimana mau mau kritik apalagi menyerang.

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Dinilai Lembek ke China Soal Natuna, PA 212 Minta Presiden Jokowi Pecat Prabowo

Menurut PA 212, langkah yang diambil Prabowo sangat kontras dengan sikap Presiden Jokowi yang tidak mau berkompromi dengan China yang telah melakukan pelanggaran batas wilayah di perairan Natuna.

Inilah Kekayaan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Yang Kena OTT KPK

Jumlah harta Saiful ini melonjak hampir empat kali lipat dibanding saat awal ia menjabat Wakil Bupati Sidoarjo periode 2005-2010, yang berdasarkan LHKPN tertanggal 28 April 2006 bernilai total Rp17.349.095.000.

Flash: Bupati Sidoarjo Kena OTT KPK Terkait Dugaan Pengadaan Barang dan Jasa

OTT KPK ini, adalah juga yang pertama kali sejak revisi UU KPK diundangkan menjadi UU Nomor 19 Tahun 2019 atas perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002.

Utang RI Meroket Rp4.778 Triliun, Sri Mulyani: Kita Masih Lebih Hati-hati Dibanding Malaysia

Bahkan, jika dibanding negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Filipina, jelas Sri Mulyani, pengendalian utang Indonesia jauh lebih hati-hati.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close