Ada apa dengan kambing?

Kambing itu orientasinya jangka pendek. Kambing tidak bisa membedakan antara seikat rumput dengan 1 kilo emas. Padahal kalau dia punya otak dan nalar, maka kambing bisa jual emas miliknya untuk beli rumput se-kabupaten buat persediaan makan selama hidupnya.

KAHMI itu bukan tempat “kambing-kambing politik” yang orientasinya jangka pendek, pragmatis, dan oppurtunis. Apa ada yang begitu? Entahlah.

Kita lihat saja nanti apa hasil Munas KAHMI mendatang. Apakah energi 212 itu ada hadir di Munas KAHMI. Puncaknya, apakah presidium terpilih adalah orang-orang yang kelak bisa membedakan mana emas mana seikat rumput.

Itu semua akan terjawab, kalau kita masih bisa menghargai “merek KAHMI”. Kalau gagal, itu bisa sama saja dengan angkot yang ngaku merek Land Rover. Atau, jangan-jangan memang cuma angkot yang bisa mengangkut siapa saja ke acara Munas.

(Hrn)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama