SCROLL KE ATAS UNTUK BACA BERITA

MENU

Bantu Petani Bukan Lewat Globalisasi Tetapi Domestik

Oleh: Muhammad Razi Rahman

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Viva Yoga Mauladi mengatakan, pemerintah perlu melindungi petani agar terus memproduksi beras meski pada 2018, program beras sejahtera (rastra) ditiadakan dan dikomplementer dengan program kartu bantuan pangan nontunai.

Menurut Viva, pada tahun 2017, dari hasil kajian 55 kota sehingga tidak seluruhnya memberikan hasil yang maksimal untuk penggunaan kartu bantuan pangan nontunai.

Untuk itu, ujar dia, pihaknya akan membahas hal tersebut lebih lanjut dengan pemerintah. Politisi PAN itu berpendapat, Bulog sebagai penyedia cadangan beras pemerintah harus maksimal.

Sedangkan Wakil Ketua Komisi IV DPR Daniel Johan mengatakan pihaknya mendorong penggunaan alat dan mesin pertanian lokal yang tidak kalah mutunya dengan buatan luar negeri, sebagai upaya meningkatkan kecintaan terhadap produksi yang dibuat anak bangsa sendiri.

Menurut Daniel, penerapan produk lokal dinilai memiliki beragam manfaat seperti meningkatkan penyerapan banyak tenaga kerja, secara langsung mengurangi jumlah pengangguran serta meningkatkan penghasilan petani dan anggota keluarganya, serta meningkatkan kebanggaan terhadap produk nasional.

Selanjutnya, Anggota Komisi IV DPR Andi Akmal Pasludin menyarankan Perum Bulog perlu mendapatkan peran lebih besar agar dapat menyerap lebih banyak panenan petani yang tersebar di berbagai daerah sehingga menggenjot kinerja perekonomian sektor pertanian nasional.

Menurut Andi, peran besar terhadap Bulog tersebut karena perusahaan di bawah Kementerian BUMN itu sudah terbiasa dan telah berpengalaman serta telah terbukti kinerjanya yang makin bagus bila dilengkapi dengan gudang yang memadai untuk menyimpan komoditas dengan kualitas terjaga.

Komisi IV DPR juga mengakui bahwa Bulog sudah seharusnya dikuatkan peranannya, terutama mengingat bahwa lembaga tersebut telah mempunyai infrastruktur hingga tingkat kecamatan di berbagai daerah pelosok.

Apalagi, Perum Bulog juga telah meraih sejumlah penghargaan baru-baru ini, seperti penghargaan sebagai BUMN yang Berpredikat Sangat Bagus Atas Kinerja Keuangan Selama Tahun 2016 dalam penganugerahan Infobank BUMN Awards 2017.

Penghargaan tersebut berdasarkan rating oleh Biro Riset Infobank terhadap BUMN atas kinerja keuangan mereka Tahun 2015-2016. Hasil rating menunjukkan 56 perusahaan meraih predikat sangat bagus, 24 perusahaan dengan predikat bagus, dan 28 perusahaan mendapat predikat tidak bagus.

Bulog dinilai sukses meningkatkan kinerja bisnisnya selama 2016, dengan total pendapatan usaha Rp34,76 triliun meningkat 7,63 persen daripada tahun sebelumnya.

Singkat kata, mendongkrak taraf kesejahteraan petani Indonesia bukanlah difokuskan melalui instrumen globalisasi seperti perjanjian perdagangan bebas, namun melalui beragam kebijakan domestik yang difokuskan dan berpihak kepada kalangan petani nusantara.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

spot_img

TERPOPULER

close