close

Tidak Hadir di Reuni 212, Begini Alasan Ustadz Abdul Somad

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Reuni 212 yang berlangsung di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta pada Ahad (2/12) lalu, diperkirakan dihadiri belasan juta umat Islam yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Acara yang merupakan kegiatan silturahim para alumni peserta Aksi Bela Islam 212 pada 2 Desember 2016, 2 tahun silam, juga dihadiri para ulama kondang tanah air, dan tokoh-tokoh nasional, seperti capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Namun, diantara sekian ulama dan tokoh tersebut, tidak tampak dai kondang yang memiliki puluhan jutaan jamaah di dalam dan luar negeri, ustadz Abdul Somad.

Alasan ketidakhadiran ulama asal Riau ini baru terungkap saat wawancara dengan Pemimpin Redaksi tvOne Karni Ilyas, yang diunggah ke akun Youtube tvOne pada Sabtu (7/12) kemarin.


Baca juga: Tak Ada Pelanggaran, Bawaslu Nilai Reuni 212 Bersih dari Kampanye

Pantaun SERUJI hari ini, Sabtu (8/12), disesi wawancara yang dilangsungkan di Kantor Pusat tvOne di kawasan Pulo Gadung, pada menit ke 8.10, Karni Ilyas menanyakan kenapa ustadz yang akrab disapa UAS tersebut tidak hadir di Reuni 212.

“212 yang pertama saya tidak hadir karena jadwal pengajian. 212 yang kemarin tidak hadir juga karena ada jadwal pengajian. Maka dua kali tidak datang karena jadwal pengajian,” kata ustadz.

Dijelaskan ustadz Somad, alasan ketidakhadirannya karena ia tak terpikirkan akan ada kegiatan pertemuan, akan ada Reuni 212, karena banyaknya jadwal yang ia telah tulis di bukunya.

Baca juga: Himbau Semua Pihak Hormati Reuni 212, MUI: Kebebasan Bereskpresi Dijamin Undang-Undang

“‘Kenapa ustadz tidak setting?’ Saya tidak terpikir bahwa akan ada Reuni, bahwa akan ada pertemuan. Jadi, saya selalu membuat jadwal itu, siapa yang mengundang ya saya tulis saja. Saya tidak tahu tanggalnya bahwa itu momen Maulid Nabi, bahwa itu ada tanggal 2 bulan 12, ‘hai Abdul Somad tanggal 2 bulan 12 itu Reuni 212 lo’,” jelas ustadz Somad.

Menurut ustadz Somad, ada hikmah dibalik ketidakhadiran dirinya di acara Reuni 212 yang berlangsung aman damai tersebut.

“Jadi, dan ini sebenarnya hikmah yang saya tangkap di balik ini, di sana tidak ada ustadz Arifin Ilham, di sana tidak ada Aa Gym, di sana tidak ada Ustadz Somad, di sana tidak ada Almukarrom Habib Rizieq Shihab. Kenapa umat ini berkumpul? Umat berkumpul memperlihatkan cintanya, siarnya tanpa ada ustadz, tanpa ada siapapun, tidak ada kepentingan,” tuturnya.

Baca juga: Yakin Bisa Menangkan Pilpres 2019, ACTA Deklarasi Prabowo-Ustadz Somad

Ustadz Somad menganggap Reuni 212 yang telah berlangsung dengan demikian damai dan tertib telah menepis anggapan-anggapan negatif terhadap umat Islam

“Dan semuanya berjalan dengan damai aman tentram, membungkam mulut yang berkata ‘Kalau berkumpul ramai akan mengamuk, kalau berkumpul ramai akan menghancurkan, kalau ramai akan menjadi radikal‘, mana?” tukas usatdz yang sempat didukung untuk menjadi cawapres mendampingi Prabowo Subianto ini.

(ARif R)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

Bantahan Survei Kompas, Filsafat Ilmu dan Kisah Angsa Hitam

Cara saya berterima kasih kepada Kompas justru memujinya ketika benar dan mengkritiknya ketika salah. Dan saya berkesimpulan dengan ilmu yang saya pelajari, Kompas telah salah menarik kesimpulan dalam publikasi surveinya di bulan Maret 2019.

Aa Gym: Yang Licik dan Curang Tak Akan Tenang, Runtuh Martabat Jadi Manusia Hina Dina

Tidak disebutkan dalam twit itu kepada siapa nasehat untuk berbuat adil dan tidak curang tersebut. Juga, tidak dijelaskan peristiwa apakan yang sedang terjadi sehingga ia mengingatkan soal ketidakadilan dan kecurangan.

Diduga Kelelahan, Seorang Anggota KPPS Hulu Sungai Selatan Meninggal Dunia

KANDANGAN, SERUJI.CO.ID - Anggota Kelompok Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS)...

33 TPS di Banten Menggelar Pemungutan Suara Ulang

LEBAK, SERUJI.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Banten,...

Sembilan Pelaku Pemalsuan Materai Diserahkan ke Kejaksaan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Polisi melimpahkan sembilan orang dalam kasus...

Tunggu Rekapitulasi Provinsi dan Kabupaten, KPU RI Belum Mulai Rekapitulasi Nasional

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI belum bisa...

Beredar Video Pembakaran Surat Suara, Bawaslu RI Tunggu Laporan dari Daerah

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI sampai...

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Real Count KPU Sementara: Pertarungan Antar Pulau, Prabowo Unggul di 2 Pulau, Sisanya Jokowi

SERUJI mengelompokkan perolehan suara berdasarkan pulau-pulau yang ada di Indonesia dan pemilihan luar negeri. Ada enam kelompok pulau yang kami susun, yakni Sumatera, Jawa, Bali-Nusra, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku-Papua.

Real Count KPU: Jarak Keunggulan Prabowo Makin Besar dari Jokowi di Sumatera

Keunggulan Prabowo-Sandiaga di pulau Sumatera cukup jauh meninggalkan pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin. Dari data scan C1 yang sudah masuk di sistem perhitungan (Situng) KPU sebesar 12.542.295 suara, Prabowo-Sandiaga raih sebanyak 7.220.181 suara atau  57,57 persen suara

Berikut Peta Perolehan Suara Sementara Pilpres 2019 di Pulau Jawa

Di pulau Jawa, dengan total DPT Pemilu 2019 sebanyak 110.686.690 pemilih, jumlah suara yang sudah masuk sebanyak 20.852.357 suara (18,84%).

Tentang Korupsi Sektor Publik